Miris, Tidak Punya BPJS Korban Pembacokan Tidak Dapat Perawatan

Lhokseumawe – Pujatv.com : Dengan tangan penuh luka dan berbalut purban, Abuzar, warga gampong Pusong Kota Lhokseumawe, hanya bisa menahan sakit, akibat pembacokan brutal yang dialaminya pada 20 mei 2025. Peristiwa ini bukan hanya merobek pergelangan tangannya hingga otot dan urat hampir putus, tapi juga merobek harapannya untuk hidup normal.
Yang lebih menyayat hati, setelah peristiwa keji itu Abuzar tak segera mendapat perawatan medis, karena ia bukan peserta BPJS dan keluarganya tak punya uang sepeser pun untuk berobat. Luka menganga di tangan dan punggungnya hanya dibalut dengan kain seadanya. Tak ada infus tak ada jahitan, ia menahan sakit di rumah — diam, pasrah dan nyaris kehilangan nyawa.

Dalam kondisi seperti itu, akhirnya senator asal aceh, yang lebih akrab dikenal dengan HAJI UMA, akhirnya membawa surat pengantar dari kepala desa dan menghubungi Direktur Rumah Sakit Arun Lhokseumawe, untuk meminta penanganan segera. Namun, karena keterbatasan alat medis, korban akhirnya harus dirujuk ke Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh.

Saat ini, Abuzar masih menjalani pemulihan. Tetapi, trauma dan ketakutan masih membayangi. Sementara pelaku pembacokan yang berinisial FJ, hingga kini belum tertangkap. Rasa tidak adil makin terasa, karena meski luka telah dijahit keadilan masih belum sembuh.
Kisah Abuzar merupakan potret buram sistem sosial kita. Korban kekerasan dibiarkan menunggu bantuan yang entah kapan datangnya, dan kemungkinan besar korban akan kehilangan nyawa.





