Lhokseumawe – Pujatvaceh.com – Ratusan pedagang kaki lima yang sebelumnya di relokasi ke kawasan pantai Jawa Hagu (Jagu) ini, terpaksa memindahkan lapak dagangannya ke jalan Pasee, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe.
Hal itu dilakukan karena mereka menggangap kondisi kawasan pantai yang akan dijadikan destinasi wisata unggulan di Kota Lhokseumawe tersebut, belum layak bagi para pedagang, karena akses masuk pantai jagu masih digenangi air dan menjadi kubangan lumpur, hingga sulit dilalui oleh masyarat. Sehingga dikhawatirkan para pembeli enggan memasuki kawasan tersebut, yang berdampak para perekonomian para pedagang.
Merespon keluhan itu, Camat Banda Sakti, Heri Maulana, langsung berkoordinasi dengan muspika setempat, untuk segera memindahkan lapak para pedagang ke jalan pasee sementara waktu, agar kawasan jawa hagu dapat dibenahi hingga layak bagi para pedagang kaki lima.
Menurutnya, berdasarkan laporan dari para pedagang, mereka meminta penimbunan serta dibuatkan saluran sehingga tidak terjadi lagi genangan air.
“Saya datang mewakili pemerintah dan berdiskusi dengan masyarakat sehingga dapat satu komitmen yang mana di lapangan hirak tidak dibenarkan lagi untuk berjualan, pada hari ini kita mencoba menertibkan mereka untuk berjualan sementara di jalan pasee. Apabila fasilitas dipantai jagu sudah terlengkapi insyaAllah mereka dengan komitmen bersama-sama akan kembali berjualan di pantai jagu,” jelas Heri Maulana, Camat Banda Sakti.
Jalan Pasee dipilih sebagai lokasi sementara para pedagang kaki lima tersebut, lantaran tidak mengganggu aktivitas pemilik toko yang lain. Jumlah pedagang yang akan di tempatkan di lokasi tersebut sebanyak tiga ratus orang.



