LHOKSEUMAWE – PUJATVACEH.COM – Aparat TNI dari kodim 0103 aceh utara yang bertugas di lokasi pengungsian sementara etnis rohingya kembali gagalkan penyelundupan 14 wanita etnis rohingya dari tempat penampungan sementara etnis rohingya di blk kandang kota lhokseumawe.
Diduga kawanan pelaku penyelundupan ini merupakan pelaku tindak pidana perdagangan orang atau tppo. Delapan diduga tppo tersebut yaitu da (25) laki- laki warga kecamatan medan area, kota medan.
Kemudian  za (20) merupakan etnis rohignya yang telah lama di tinggal di medan, serta jr (23) kecamatan rantau, aceh tamiang yang diduga berperan membantu sopir angkutan sewa jenis minibus yang dirental untuk membantu da membawa kabur wanita etnis rohingya tersebut.
Komandan kodim 0103 aceh utara, Letkol Arm oke kistiyanto mengatakan, saat itu ada dua kelompok yang ditangkap diwaktu yang berbeda, kelompok tersebut diduga tidak saling kenal.
“Ada dua kelompok ditangkap dalam waktu yang berbeda, mereka ini tidak saling kenal,”Ungkap Letkol Arm oke kistiyanto, Komandan kodim 0103 aceh utara.
Sementara kelompok ke dua yaitu  pasangan suami istri berinisial am dan istrinya sa yang berasal medan. Selain itu pasangan suami istri lainya yakni sr dan istrinya su asal medan, serta satu lagi adik ipar dari am yang berinisial p.
“kelompok lainnya itu suami istri asal medan, ada dua pasangan suami istri serta satu lagi adik ipar dari pasangan suami istri kedua,”Sebut Oke Kistiyanto.
Dalam lima bulan terakhir, para sindikat sudah tiga kali mencoba membawa kabur imigran rohingya dari tempat pengungsian sementara. Namun aksi ini selalui diketahui petugas  jaga dilokasi.
Hingga kini,  hanya tinggal tiga ratus enam puluh tujuh imigran dari gelombang pertama dan kedua ditempat pengungsian. Sementara dua puluh delapan etnis rohingya lainnya telah berhasil melarikan diri dari pengungsian.
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments