Perang Amerika-Iran Picu Kekhawatiran Kenaikan Harga BBM Global, Indonesia Berpotensi Terdampak

Iran – Pujatv.com Memanasnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi dunia. Badan Energi Internasional (International Energy Agency/IEA) memperingatkan bahwa gangguan distribusi minyak melalui Selat Hormuz dapat berdampak serius terhadap pasar energi global, termasuk memicu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
Direktur Eksekutif IEA, Fatih Birol, dalam wawancara bersama Bloomberg Podcast menyatakan keamanan pasokan energi dunia masih sangat bergantung pada kelancaran pelayaran di Selat Hormuz. Menurutnya, setiap gangguan di jalur strategis tersebut berpotensi menghambat distribusi minyak dan mendorong lonjakan harga energi di pasar internasional.

Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran utama yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab dan menjadi pintu ekspor minyak bagi sejumlah negara produsen di Timur Tengah. Setiap hari, jutaan barel minyak mentah melewati kawasan tersebut sehingga setiap eskalasi konflik dinilai dapat mengganggu rantai pasok energi global.
Bagi Indonesia, kondisi ini menjadi perhatian karena kebutuhan energi nasional masih bergantung pada impor minyak mentah dan bahan bakar. Kenaikan harga minyak dunia berpotensi meningkatkan biaya impor energi, yang pada akhirnya dapat memengaruhi harga BBM, biaya transportasi, logistik, hingga harga berbagai kebutuhan pokok di dalam negeri.

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang terus berlanjut dinilai masih menjadi ancaman bagi stabilitas kawasan Timur Tengah. Meski demikian, berbagai pihak terus mendorong penyelesaian melalui jalur diplomasi guna menjaga keamanan pelayaran internasional dan memastikan pasokan energi dunia tetap stabil.
IEA menegaskan pemulihan keamanan di Selat Hormuz menjadi faktor penting untuk menjaga keseimbangan pasar energi global serta meminimalkan dampak ekonomi terhadap negara-negara pengimpor energi, termasuk Indonesia.





