ACEH UTARA – PUJATVACEH.COM – Ketersediaan pupuk bersubsidi di sejumlah daerah di Provinsi Aceh mengalami kelangkaan, salah satunya di Kabupaten Aceh Utara.

Hal itulah yang membuat petani di daerah tersebut terpaksa membeli pupuk non subsidi yang harganya cenderung mahal, lantaran sudah memasuki tahap pemupukan pada musim tanam padi di awal tahun 2021.

Ayub Ismail salah satu petani di Desa Krueng Manyang, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara menyebutkan, harga pupuk non subsidi  sekitar tujuh ribu rupiah perkilo gramnya, harga tersebut menurutnya sangat mahal bagi para petani.

“Harga pupuk non subsidi sekarang sudah naik menjadi tujuh ribu rupiah perkilo gramnya, bagi kami yang petani ini harga tersebut sudah mahal,” Ucap Ayub petani setempat.

Sementara  untuk harga pupuk subsidi perkarung dengan berat lima puluh kilo gram, hanya dijual dengan harga Rp 150 rupiah atau tiga ribu rupiah perkilo gramnya.  Harga tersebut untuk jenis  pupuk NPK, sedangakan pupuk urea perkarung  berat lima puluh kilo gram, harganya Rp 120 ribu.

Lebih lanjut Aiyub mengungkapkan, untuk  saat ini pupuk bersubsidi terbilang langka dan baru ada pada saat masa padi siap untuk panen, itu pun kuotanya hanya sebesar 30 persen saja untuk kebutuhan satu hektare sawah.

“Pupuk subsidi sudah langka, kalau dapat pun padi sudah siap untuk dipanen dan kami cuma dapat kuota 30 persen saja untuk satu hektare sawah,” Ungkapnya.

Dirinya berharap agar kedepan ada penambahan kuota pupuk bersubsidi agar dapat membantu meringankan beban para petani.

Aiyub juga memaparkan, untuk satu hektare sawah petani membutuhkan pupuk sebanyak 200 kilo gram. Namun, kuota pupuk bersubsidi  yang tersedia untuk petani hanya 75 kilo gram saja. Selebihnya petani terpaksa membeli pupuk non subsidi, walau harganya lebih mahal.

“Kami sebenarnya membutuhkan 200 Kilogram pupuk per satu hektare sawah, namun pupuk yang bersubsidi hanya disediakan 75 Kilogram saja. Terpaksa kami harus membeli pupuk non subsidi” paparnya.

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments