Keterangan Foto: Kasatreskrim AKP Machfud sedang memperlihatkan barang bukti plastik berisikan emas pasir 4.88 gram dan alat indang dari penambangan emas ilegal di Nagan Raya.

Nagan Raya – PUJATVACEH- Kepolisian Resor Nagan Raya kembali mengamankan 7 tersangka penambangan emas ilegal pada 5-6 Mei lalu di dua lokasi yang berbeda diantaranya  Desa Blang Leumak, Kecamatan Beutong dan Desa Krueng Mangkom, Kecamatan Seunagan, Kabupaten Nagan Raya.

Polisi menangkap tujuh pelaku penambangan tak berizin ini berawal dari laporan warga terkait adanya aktifitas penambang ilegal dengan menggunakan alat berat jenis eskavator.

Tidak menunggu lama personel Satreskrim Polres Nagan Raya yang dipimpin langsung oleh Kasatreskrim AKP Machfud langsung melakukan penulusuran ke lokasi penambangan. Sesampainya di lokasi, personil menemukan adanya penambangan ilegal sehingga langsung mengamankan para pelaku setelah pelaku diketahui tidak memiliki izin apapun terkait aktifitasnya itu.

Dari laporan warga, Kepolisian Resor Nagan Raya mengamankan warga kabupaten setempat yang di tangkap di dua lokasi yang berbeda. Lokasi pertama pada 5 April polisi mengamankan  tiga pelaku yaitu BN (55) merupakan pemilik modal, SZ (33) operator alat berat serta satu warga lainya EM (41) sebagai pekerja asbuk di Desa Blang Leumak, Kecamatan Beutong.

 

Sementara di Desa Krueng Mangkom sebanyak 4 pelaku berhasil dibekuk. Masing-masing MY (25), SM (20) serta SA (23) yang masih berstatus pelajar dan RF (23) yang bekerja sebagai karyawan honorer. Sementara pemilik modal berinisial HS (40) warga Kuta Paya, Kecamatan Seunagan  telah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh kepolisan setempat.

Tak hanya itu saja, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa 2 unit eskavator, 2 lembar ambal penyaring, 2 alat indang serta emas pasir yang dibungkus plastik bening dengan berat total keduanya sebanyak 4.88 gram.

“Dari kasus tersebut pelaku dikenakan pasal 158 Undang-Undang RI Nomor 3 Tahun 2020 tentang perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 4 tahun 2009 tentang mineral dan batu bara (minerba) Juntho pasal 55 ayat (1) KUHP dengan pidana  penjara paling lama 5 tahun.” Tegas Kapolres Nagan Raya AKBP Risno SIK melalui Kasatreskrim AKP Machfud.

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments