Selat Hormuz Dibuka Kembali, Trump Klaim Kerja Sama dengan Xi Jinping

Iran – Pujatv.com Ketegangan di kawasan Timur Tengah memasuki babak baru setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan telah “secara permanen membuka” Selat Hormuz untuk China dan dunia internasional. Pernyataan tersebut disampaikan melalui akun resminya di platform Truth Social, yang disebut sebagai langkah menjaga stabilitas global serta menjamin kelancaran distribusi energi dunia.
Dalam unggahannya, Trump mengklaim bahwa China menyambut baik keputusan tersebut dan menyebut langkah itu dilakukan demi kepentingan global. Ia juga mengungkapkan telah menjalin komunikasi langsung dengan Presiden Xi Jinping yang dinilai berjalan positif dan produktif. Bahkan, Trump menyebut China telah menyepakati untuk tidak mengirimkan senjata ke Iran sebagai bagian dari upaya meredakan ketegangan di kawasan.

Meski demikian, hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pihak China terkait klaim tersebut. Pemerintah Beijing justru sebelumnya mengkritik langkah militer Amerika Serikat, termasuk kebijakan blokade terhadap pelabuhan Iran, dan mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi.
Sebelumnya, United States Central Command memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, yang berdampak pada terganggunya aktivitas perdagangan laut dalam waktu singkat. Laporan Al Jazeera menyebutkan bahwa langkah tersebut meningkatkan risiko eskalasi konflik, mengingat Selat Hormuz merupakan jalur vital distribusi minyak dunia.

Di sisi lain, Iran memperingatkan bahwa tekanan dan blokade yang dilakukan dapat memicu konflik yang lebih luas, termasuk mengganggu stabilitas di kawasan Teluk Persia dan Laut Oman. Sementara itu, laporan BBC menilai situasi di kawasan masih sangat dinamis dan berpotensi meningkat sewaktu-waktu.
Perkembangan ini juga disebut sebagai bagian dari dinamika geopolitik global yang semakin kompleks, sebagaimana dilaporkan MSN. Hingga saat ini, ketegangan di Timur Tengah masih terus berlangsung dengan risiko eskalasi yang dapat berdampak luas, baik di sektor militer maupun ekonomi global.





