Aceh Barat – Pujatvaceh.com – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Aceh Barat, melakukan inspeksi mendadak  ke Puskesmas Layung, Kecamatan Bubon. Sidak yang dilakukan Wakil Ketua DPRK tersebut, setelah terjadinya peristiwa seorang ibu muda yang melahirkan di dalam mobil ambulance, saat menuju ke Puskesmas Cot Seumeureng, Kecamatan Sama Tiga.

Sebelumnya, pasien sempat dibawa ke Puskesmas Layung, Kecamatan Bubon, namun di sana tidak mendapatkan pelayanan medis, lantaran bidan yang bertugas di puskesmas tersebut tidak masuk piket. Sehingga pasien terpaksa bersalin dan melahirkan bayinya di dalam mobil ambulance, dan dibantu oleh bidan  pengganti saat dalam perjalanan menuju Puskesmas Cot Seumeureng, Kecamatan Sama Tiga.

Kepala Puskesmas Layung, Irwan Putra, mengatakan, pihaknya telah melakukan evaluasi terhadap petugas medis, baik perawat, dokter serta bidan, agar kedepanya dapat memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal untuk masyarakat.

“Kami memiliki bidan penganti, biasanya bidan piket itu ada sistem tersendiri ada PJ Kebinanannya sendiri. Kita lagi melakukan evaluasi bahkan tadi barusan rapat” Ujar Irwan Putra, Kepala Puskesmas Layung.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRK Aceh Barat  Ramli SE mengatakan, dalam sidak tersebut pihaknya menemukan sejumlah kejanggalan. Seperti dalam daftar shift piket, bukanlah petugas yang statusnya PNS, namun hanya ada petugas honorer dan tenaga harian lepas yang bertangung jawab piket.

Selain itu, ditemukan juga rumah dinas bidan dan dokter di Puskesmas tersebut yang dialihfungsikan menjadi gudang dan tempat penyimpanan barang, sehingga petugas medis tinggal di rumah masing-masing yang lokasinya jauh dari puskesmas. Akibatnya pelayanan kesehatan untuk masyarakat dinilai kurang maksimal, sehingga dikhawatirkan kejadian yang serupa bisa saja terulang kembali.

 “Ada laporan dari masyarakat, ada masyarakat di Kecamatan Bubon melahirkan karena petugas tidak ada di puskesmas. Hari ini kita dapat memang ada kecolongan kita lihat. Kalau untuk masa rawat inap itu harus ada 24 jam karena ini rawat inap. Ada kelemahan dari dinas, ini yang bertanggung jawab kepala dinas, ini saya lihat kepala dinasnya sibuk dengan visi visi proyek gak pernah turun ke lapangan” Ujar Ramli Se – Wakil Ketua DPRK Aceh Barat.

Dari hasil temuan dari sidak tersebut, selanjutnya akan dibahas dalam rapat pandangan umum di DPRK. Pihaknya juga meminta kepada Pj Bupati Aceh Barat untuk melakukan evaluasi terhadap Kepala Dinas Kesehatan.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments