Foto : Istimewa

BANDA ACEH – PUJATVACEH – Pers senior usia 76 tahun, H. Sjamsul Kahar, melakukan vaksinasi Covid-19 di RSUZA Banda Aceh tanpa efek Kejadian Ikutan Paska Imunisasi (KIPI). Bahkan Pimpinan Umum Harian Serambi Indonesia kelahiran 1945 itu mengaku tak merasa sakit kala jarum suntik menembusi lapisan kulitnya. Begitu juga para Lansia lain yang sudah divaksinasi di Aceh.

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani (SAG) kepada awak media usai melakukan vaksinasi dosis kedua vaksin Sinovac di RSUZA Banda Aceh, Rabu (31/3/2021).

“Pak Sjamsul Kahar melakukan vaksinasi dosis pertama, dan kebetulan saya juga sedang di RSUZA untuk vaksinasi dosis kedua,” kata pria yang akrab disapa SAG itu.

Ia menceritakan, Sjamsul Kahar tiba di RSUZA sekira pukul 10.30 Wib, bersama Mohd Din, Bukhari M Ali, Firdaus D, dan Hari Teguh Patria. Setelah istirahat sejenak di bangku antrian, Sjamsul Cs dipanggil petugas, Novi di meja 1 untuk diregistrasi ulang. Kemudian pindah ke meja 2 untuk pemeriksaan suhu tubuh, tekanan darah, dan kondisi komorbid-nya.

Tim Medis Vaksinasi Covid-19 RSUZA menyimpulkan kondisi kesehatan Sjamsul Kahar cukup prima untuk menerima vaksinasi Covid-19 dosis I di meja 3. Vaksinator di meja 3, Muharnis mempersilahkan Sjamsul duduk di kursi yang disediakan dalam posisi yang paling nyaman.

Perawat Muharnis mengajak Sjamsul bincang-bincang sambil mempersiapkan proses penyuntikannya, dan sejurus kemudian vaksin Sinovac dosis pertama pun menyelinap masuk ke tubuh wartawan senior itu melalui lengan kiri atas (bahu)-nya.

Selanjutnya, Perawat Muharnis mengantar Sjamsul ke meja 4 dengan secarik memo. Petugas di meja 4 mengimput data jenis dan nomor batch vaksin yang baru saja disuntikkan kepada Sjamsul ke dalam aplikasi vaksinasi nasional, Pcare.Sambil menunggu proses sertifikat vaksinasi, Sjamsul diminta istirahat di ruang observasi KIPI selama 30 menit.

SAG melanjutkan, di ruang observasi Sjamsul bergabung dengan para penerima vaksin lainnya yang juga sedang diobservasi KIPI. KIPI merupakan kejadian medik yang diduga berhubungan dengan vaksinasi. Kejadian ini dapat berupa reaksi vaksin, reaksi kecemasan, atau reaksi lainnya. Reaksi KIPI seperti nyeri, kemerahan, atau bengkak pada tempat suntikan, demam, nyeri otot, alergi, atau sakit kepala.

Waktu 30 menit berlalu. Peserta vaksinasi dan Sjamsul Kahar mengaku tidak merasakan gejala apa pun. Begitu juga Bukhari M. Ali, dan Firdaus D yang juga ikut divaksin dosis pertama. Karena itu, H Sjamsul Kahar dan rombongan diizinkan meninggalkan RSUZA usai menerima Sertifikat Vaksinasi Dosis I vaksin Sinovac.

H Sjamsul Kahar mengizinkan prosesi vaksinasi dirinya dipublikasikan untuk mengedukasi publik, terutama para Lansia yang masih ragu-ragu untuk divaksinasi Covid-19. Sjamsul mengaku dirinya sudah tergolong Lansia tapi tidak merasakan efek samping atau KIPI apa pun usai disuntik vaksin Covid-19 itu.

“Boleh dipublikasi bila dianggap bermanfaat untuk edukasi publik, terutama para Lansia seperti saya,” ujar Sjamsul Kahar yang disambut senyum simpul teman-temannya.

Progres vaksinasi

Selanjutnya, SAG melaporkan perkembangan vaksinasi di Aceh yang meliputi petugas pelayanan publik, Lansia, dan tenaga kesehatan, per 30 Maret 2021. Petugas pelayanan publik yang sudah divaksinasi Covid-19 sebanyak 41.331 orang, atau sekitar 8,6 persen dari target sasaran sebanyak 478.489 orang. Bahkan 9.840 orang sudah divaksin dosis kedua.

Sementara kelompok Lansia yang sudah menerima vaksin Covid-19 sebanyak 1.927 orang. Sasaran vaksinasi kelompok Lansia di Aceh sebanyak 435.651 orang. Lansia yang telah menerima suntikan dosis kedua sebanyak 57 orang. Dosis kedua diberikan kepada Lansia 28 hari setelah dosis pertama diterima.

Lebih lanjut SAG mengoreksi data progres vaksinasi tenaga kesehatan (Nakes). Data sebelumnya, Nakes yang sudah vaksin dosis I sebanyak 56.999 orang, melebihi sasaran awal sebanyak 56.472 orang. Sementara Nakes yang sudah mendapat vaksin II sebanyak 48.942 orang atau sekitar 85,6 persen dari target.

“Ada koreksi data vaksinasi Nakes di Kabupaten Bener Meriah dan kita sampaikan ke publik apa adanya,” tuturnya.

Data koreksinya, lanjut SAG, Nakes yang sudah vaksin dosis I sebanyak 56.249 orang, atau 99,6 persen dari targert sasaran Nakes sebanyak 56.472 orang. Sementara Nakes yang sudah mendapat vaksin II sebanyak 48.189 orang atau sekitar 87,1 persen dari targetnya.

Kasus Covid-19

SAG mengabarkan kondisi terakhir penanganan Pandemi Covid-19 di Aceh, per tanggal 31 Maret 2021. Secara akumulatif, kasus Covid-19 di Aceh sudah tercatat sebanyak 9.892 kasus/orang. Para penyintas yang sudah sembuh sebanyak 8.057 orang. Penderita dalam perawatan sebanyak 1.440 orang, dan kasus meninggal dunia sebanyak 395 orang.

Kasus akumulatif di atas sudah termasuk penambahan 30 kasus baru terkonfirmasi positif terinfeksi virus corona. Para penderita Covid-19 tersebut terdiri dari warga Kota Banda Aceh sebanyak delapan orang, Aceh Tamiang enam orang, Aceh Besar lima orang, Pidie tiga orang, warga Gayo Lues, Lhokseumawe, dan Langsa sama-sama dua orang. Dua lainnya warga Aceh Tengah dan Pidie Jaya.

Sedangkan penderita yang sedang dirawat dan dilaporkan sudah sembuh bertambah dua orang lagi yakni masing-masing warga Kabupaten Aceh Singkil dan warga Kota Banda Aceh, dan tidak ada penambahan penderita Covid-19 yang meninggal dunia, dalam 24 jam terakhir.

“Alhamdulillah, tidak ada laporan penderita Covid-19 yang meninggal dunia” imbuh SAG.

Sementara kasus-kasus probable secara akumulatif sebanyak 672 orang, yang meliputi 602 orang sudah selesai isolasi, 12 orang sedang isolasi di rumah sakit, dan 58 orang meninggal dunia. Kasus probable merupakan kasus-kasus yang menunjukkan indikasi kuat sebagai Covid-19, urai SAG.

Sedangkan kasus suspek secara akumulatif tercatat sebanyak 7.108 orang. Suspek yang telah selesai melakukan isolasi sebanyak 6.989 orang, sedang isolasi di rumah sebanyak 81 orang, dan 38 orang sedang menjalani isolasi di rumah sakit, tutup SAG.

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments