Banda Aceh – Pujatvaceh.com – Kegiatan pra pembelajaran di Sekolah Dasar (SD) Negeri 16 Banda Aceh, setiap Kamis pagi, ini merupakan kegiatan penerapan program gerakan sehari berbudaya pasti (sedati) aceh.

Program ini merupakan program kurikulum merdeka belajar, Kemendikbud telah memberikan ruang pengisian kearifan lokal di sekolah, dengan tujuan untuk memberikan pemahaman berbudaya dan membuat generasi ke depan semakin cinta tanah air serta daerah masing-masing.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Banda Aceh Sulaiman Bakri, terus berkomitmen dalam penerapan program merdeka belajar tersebut. Sulaiman mengatakan dalam kurikulum merdeka belajar sekarang ini, Kemendikbud telah memberikan ruang pengisian kearifan lokal di sekolah, untuk bisa sisipkan materi-materi yang menyangkut tentang kedaerahan masing-masing.

“Program Sedati Aceh atau sehari berbudaya di Aceh, program ini untuk memperkenalkan dan memberi informasi kepada anak-anak kita mulai dari TK SD dan SMP tentang kebudayaan Aceh sehingga anak-anak kita betul-betul memahami dan mengerti tentang karakter budaya Aceh itu sendiri“ kata Sulaiman Bakri, Kadisdikbud Banda Aceh.

Program Sedati Aceh saat ini, untuk tahapan pertama Disdikbud Banda Aceh telah menerapkan kepada peserta didik pada tingkat sekolah PAUD, SD, SMP sederajat, salah satunya di SD Negeri 16 Banda Aceh.

Sarniyati Yusmanita, Kepala SD Negeri 16 Banda Aceh mengatakan, di sekolah yang dipimpinnya sudah menerapkan program tersebut. Yusmanita menambahkan, untuk di sekolahnya, dirinya memberdayakan para siswa untuk menjadi penerjemah bahasa, dikarenakan di sekolah tersebut adanya tenaga pendidik yang berasal dari luar Aceh. Yusmanita, dalam bidang akademik mengenalkan budaya aceh kepada siswanya melalui literasi belajar seperti bercerita dalam Bahasa Aceh, Tarian Aceh, Dalail Aceh dan lain-lain. Semoga budaya aceh ini bisa terus di galakkan agar tidak tergerus zaman.

“Kegiatan Sedati ini adalah kegiatan pra pembelajaran seperti bercerita dalam bahasa Aceh, selanjutnya ketika di kelas siswa dan guru melaksanakan pembelajaran seperti biasanya tetapi dengan mengintegrasikan budaya-budaya Aceh ke dalam pembelajaran tersebut“ ucap Sarniyati Yusmanita, Kepala SD 16 Banda Aceh.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments