LANGSA – PUJA TV ACEH – Beredar isu di media sosial, terkait Rumah Sakit Umum Daerah Langsa mengcovid-kan setiap pasien yang masuk ke IGD rumah sakit itu.
Menindaklanjuti hal tersebut, pihak RSUD Langsa langsung menyelidiki pelaku penyebar hoax tersebut dan ditemukan bahwa pelaku adalah salah satu Pegawai Negeri Sipil yang ada di Kota Langsa.
Berinisial FR, warga Kota Langsa yang juga berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil itu dengan didampingi keluarganya mengaku menyesal telah menyebarkan berita hoax tersebut sehingga telah merugikan pihak manajemen RSUD Langsa juga masyarakat Kota Langsa.
Menurut keterangan FR, awalnya memposting dalam status whatsapp group yang menyatakan, bahwa setiap pasien yang masuk ke RSUD Langsa langsung di Covid-kan. Tanpa menunggu waktu lama, pesan tersebut tersebar hingga menjadi konsumsi publik dan viral di sosial media sehingga banyak hujatan yang bermunculan untuk RS tersebut.
Dirinya mengaku menyesal telah menyebarkan berita hoax tersebut dan meminta maaf kepada seluruh pihak terkait serta tak akan mengulang kejadian serupa.
“Saya mohon maaf kepada dokter, dan direktur Rumah Sakit Umum Daerah Langsa. Saya mau mengklarifikasi, bahwa apa yang saya sudah tuliskan di medsos adalah tidak benar dan berjanji tidak akan mengulanginya,” ungkap FA.
Sementara itu, dr. Helmiza Fahry didampingi kuasa hukumnya Zulfahriza, SH mengaku telah memaafkan FR dengan menandatangani surat perjanjian diatas materai agar tidak mengulangi perbuatan tersebut.
Ia juga menjelaskan terkait penanganan dalam menangani setiap pasien yang masuk ke IGD, pihak rumah sakit memiliki Standar Operasional Prosedur atau SOP. Mulai dari pemeriksaan anamnesa, pemeriksaan fisik atau klinis, kemudian dilakukan pemeriksaan penunjang sesuai indikasi. Jika pasien terdiagnosa suspek atau pasien Covid-19, tentu pengurusannya berbeda dengan pasien umum baik ruangan maupun SOP nya.
Oleh karena itu Dokter Helmiza juga menghimbau agar masyarakat menaruh kepercayaan kepada rumah sakit dan tenaga medis, termasuk dokter yang akan mengobati dan mendiagnosis sesuai kondisi pasien, termasuk penanganan Covid-19.
“Beredarnya isu yang viral di medsos, harapan kami dari manajemen dan seluruh staf Rumah Sakit Kota Langsa, agar masyarakat lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Karena SOP yang kami gunakan sudah sesuai dengan arahan Kementerian Kesehatan,” ujar Dr. Helmiza Fahry.






