Tangerang Selatan  – Pujatvaceh.com –  Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) terus menunjukkan komitmennya untuk menurunkan angka stunting yang masih menjadi concern Pemerintah Pusat. Sebelumnya, kota itu secara signifikan berhasil menurunkan angka stunting dari 19,9 ke 9 persen.

Seperti yang dilansir tribunnews.com, Sedangkan untuk tahun ini, Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie menargetkan angka stunting turun hingga angka 8 persen.

“Dan untuk tahun 2023 ini kita targetkan turun lagi ke angka 8 persen,” kata Benyamin, Wali Kota Tangerang Selatan.

Ia menekankan bahwa penurunan angka stunting harus dilakukan melalui kerja bersama dan aksi yang jelas. Oleh karena itu, Pemkot Tangsel meluncurkan 8 aksi dalam upaya pencegahan dan penurunan angka stunting.

“Aksi pertama terkait identifikasi sebaran stunting, ketersediaan program dan kendala dalam pelaksanaan integrasi intervensi,” kata Benyamin.

“Aksi kedua penyusunan rencana kegiatan untuk pelaksanaan integrasi intervensi,” jelas Benyamin.

Kemudian aksi ketiga, kata dia, dilakukan Rembuk Stunting untuk memberikan komitmen dalam pelaksanaan aksi penurunan stunting tersebut. Selanjutnya aksi keempat yakni dengan memberikan kepastian hukum kepada kelurahan dalam intervensi gizi terintegrasi. Lalu aksi berikutnya terkait dengan pembinaan kader pada tingkat kelurahan mengacu pada gizi ibu hamil maupun bayinya.

“Tidak cukup itu saja, aksi kelima kita lakukan pembinaan kader dalam intervensi gizi terintegrasi di tingkat kelurahan. Aksi keenam kita lakukan pengelolaan data stunting dan cakupan intervensi,” kata Benyamin.

Setelah itu, dilakukan pula aksi ketujuh dengan melakukan pengukuran pertumbuhan dan perkembangan anak balita serta publikasi angka stunting.

“Dan terakhir kita lakukan review kinerja pelaksanaan program dan kegiatan terkait penurunan angka stunting selama satu tahun terakhir,” papar Benyamin.

Benyamin menegaskan bahwa sederet langkah itu merupakan bukti nyata yang menunjukkan bahwa untuk menurunkan angka stunting, upaya yang dilakukan harus jelas dan berkesinambungan.

“Dengan Rembuk Stunting inilah, semoga penurunan ini kita bisa capai lagi,” tutur Benyamin.

Ia juga berharap kolaborasi bersama ini tidak hanya dilakukan dengan instansi berwenang seperti Forum Koprdinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) saja, namun juga partisipasi aktif masyarakat.

“Jadi identifikasi masalah yang tepat dan solusi yang efektif dapat disepakati sehingga angka stunting dapat diturunkan. Dan kualitas hidup generasi mendatang dapat kita tingkatkan,” pungkas Benyamin.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Tangsel, Eki Herdiana menegaskan perlunya memperkuat dan mendeklarasikan komitmen Pemkot Tangsel dalam upaya penurunan stunting berintegrasi.

“Rembuk ini langkah penting yang harus dilakukan Pemkot. Dengan komitmen dan kerja keras kita bersama ini Tangsel mengalami penurunan signifikan di angka 9 persen ini. Pencapaian ini hasil dari kerja keras dan tuntas kita semua, turut berbangga. Jadi kita harus terus memperkuat komitmen,” kata Eki.

Kolaborasi dan kerja sama ini, kata dia, juga dapat mengoptimalkan sarana dan pra sarana yang berkaitan dengan penurunan angka stunting, satu di antaranya fasilitias layanan kesehatan (fasyankes) seperti rumah sakit (RS). Ia pun optimistis angka stunting di Tangsel dapat turun sesuai dengan angka yang ditargetkan.

“Kita menetapkan RS Serpong Utara sebagai RS rujukan penanganan stunting. Kita terus optimalkan sarana dan pra sarana. Untuk ke depannya, perlu langkah antisipasi yang secara kerja lebih keras. Kami yakin di 2023 ini angka stunting di Tangsel terus turun,” pungkas Eri.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini