Wamen Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Sorot Stunting, Air serta Jamban di Aceh Besar

Aceh Besar – Pujatv.com : Di tengah modernisasi kehidupan, permasalahan sanitasi dan akses air bersih masih menjadi tantangan serius bagi masyarakat pedesaan di Aceh Besar. Untuk mencegah angka stunting di Indonesia, fakta di lapangan menunjukkan banyak warga yang belum memiliki jamban di rumah dan masih mandi serta mencuci di sungai.
Dalam kunjungan kerjanya ke desa tersebut, Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, melihat langsung kondisi salah seorang ibu hamil tujuh bulan yang tinggal tanpa fasilitas jamban di rumahnya.
Wamen mengungkapkan keprihatinan mendalam, sekaligus mendorong pemerintah daerah untuk membangun MCK bagi warga miskin, khususnya bagi ibu hamil dan balita yang rentan terhadap risiko stunting.

Kunjungan ini sekaligus menjadi bagian dari program GENTING atau Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting yang digalakkan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga. Program ini mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berkolaborasi dalam upaya menurunkan angka stunting secara menyeluruh.
Tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi anak, program GENTING juga menyalurkan bantuan nutrisi untuk daerah yang belum terjangkau program Makan Bersama Gratis (MBG). MBG sendiri adalah program makanan tambahan untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita berusia di bawah dua tahun.
Upaya pencegahan stunting juga dilakukan dengan peningkatan akses sanitasi layak dan air bersih. Melalui kerja sama dengan TNI dalam program “TNI Manunggal Air”, serta berbagai perusahaan untuk penyediaan jamban dan bantuan nutrisi bagi keluarga rentan.

“Kita harus berkolaborasi untuk memastikan keluarga risiko stunting memiliki jamban yang layak dan akses air bersih. Kader-kader kami akan terus memberikan edukasi agar masyarakat mengetahui pentingnya pola hidup bersih dan sehat. Lewat program GENTING, penurunan stunting dapat dipercepat dengan keterlibatan seluruh pihak,” ungkap Wamen.
“Karena ekonomi tidak menentu, kami tidak mampu membuat jamban di rumah. Sudah empat tahun kami hidup seperti ini. Semoga ada bantuan dari pemerintah,” ujar salah satu warga desa yang dikunjungi.
Selain infrastruktur dasar, penguatan peran kader juga menjadi bagian penting dalam program ini. Kader di setiap daerah dilatih untuk memberikan edukasi tentang pola hidup bersih dan sehat serta pentingnya gizi bagi ibu dan anak.





