Lhokseumawe – Pujatvaceh.com – Lembaga Permasyarakatan Kelas IIA Lhokseumawe, memberikan pelatihan kerja berupa pembuatan furniture kepada empat puluh warga binaan di lapas tersebut.
Pelatihan kerja diberikan oleh instruktur dari Kampus Politeknik Negeri Lhokseumawe ini, bertujuan untuk mempersiapkan warga binaan, agar memiliki keterampilan saat bebas nanti.
Warga binaan dilatih untuk membuat berbagai macam perabotan rumah tangga, seperti kursi, meja, hingga berbagai jenis furniture lainnya. Pelatihan kerja itu diberikan selama empat hari dalam satu minggu, hingga para warga binaan benar-benar menguasai teknik pembuatan furniture.
Selama disini, kami telah mengikuti pelatihan pembuatan furniture, pengelasan dan bordir. Selama pelatihan, kami merasa senang dikarenakan ketika suatu saat nanti kami pulang ke kampung halaman kami telah memiliki pengalaman dari pelatihan tersebut, sehingga kami dapat membuka usaha pembuatan furniture, dan pengelasan.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Lapas Kelas IIA Lhokseumawe, Abu Hanafiah Nasution, menyampaikan, pelatihan yang akan digelar selama dua puluh hari ini dimaksud untuk mendidik warga binaan, agar mempunyai skill saat keluar dari lembaga permasyarakatan nantinya, sehingga tidak kembali terjerumus kepada perbuatan melawan hukum. Selain pelatihan pembuatan furniture, sebelumnya warga binaan lainnya juga diberikan pelatihan kerja seperti teknik pengelasan, hingga pembuatan bordir.
“Kegiatan ini merupakan pelatihan kemandirian berupa kegiatan mobiler yang diikuti warga binaan sejumlah 40 orang dengan masa pelatihan selama 20 hari. Diharapkan kepada seluruh warga binaan ketika bebas nantinya telah memiliki keahlian sehingga dapat memiliki pekerjaan. Pelatihan yang diberikan berupa pengelasan, pembuatan furniture, dan bordir” ujar Abu Hanafiah Nasution, PLT. Kalapas Kelas IIA Lhokseumawe






