Birueun – Pujatvaceh.com – Di atas bak mobil terbuka, massa yang menamakan diri Aliansi Masyarakat Penuntut Keadilan (AMPK) silih berganti berorasi soal penolakan vaksinasi terhadap anak-anak, mereka menolak vaksinasi paksaan terhadap anak-anak dan bukan menolak vaksin. Meski dalam jumlah sedikit, para pengunjuk rasa itu mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian Bireuen.

Setelah berorasi sekitar 1 jam di pintu masuk Kantor DPRK Bireuen, para peserta aksi demo diperbolehkan masuk ke halaman Kantor DPRK Bireuen dengan pengawalan ketat dari pihak Kepolisian Polres Bireuen.

Koordinator aksi, Iskandar mengatakan, menolak pemaksaan vaksinasi dan intimidasi bagi siswa, santri dan masyarakat umum. Mereka menolak vaksinasi menjadi syarat administrasi apapun di pemerintahan Kabupaten Bireuen.

Ia juga mengecam oknum yang menjadikan Covid-19 jadi ladang bisnis, selanjutnya meminta DPRK Bireuen menindaklanjuti kebijakan pemerintah yang tidak memberikan BLT (Bantuan Langsung Tunai) dan Bansos kepada masyarakat miskin karena tidak ada sertifikat vaksin atau belum divaksin.

“Ini adalah aksi terhadap pemaksaan vaksinasi terhadap anak-anak, saya hari ini menduga terkait vaksinasi ini ada oknum yang menjadikannya sebagai lahan bisnis. Karena pemerintah sangat fokus dan sibuk terhadap kegiatan vaksinasi sedangkan masyarakat terlantar dan kehidupannya tidak dipikirkan,” kata Iskandar.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments