Lhokseumawe – Pujatvaceh.com- Diduga akibat getaran oleh Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Arun Dua, beberapa rumah warga di Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe mengalami keretakan dibeberapa bagian rumah.
Akibat kejadian tersebut, beberapa warga resah dan khawatir jika sewaktu-waktu rumahnya akan roboh apabila getaran tersebut terus terjadi.
Seperti diketahui bahwa Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Arun Dua, memiliki 13 mesin turbin, yang dikelola oleh PT. Swatama sebagai operator mesin pembangkit tenaga gas dan arusnya disuplai untuk kepentingan pelanggan oleh PLN.
Johan, warga paloh meriah, mengaku, belum ada tindakan dari pihak perusahaan swatama dalam mengantisipasi dampak getaran dan kebisingan akibat pembangkit listrik tenaga mesin gas (PLTMG) Arun Dua, ia mengakau tidak ada kenyamanan bagi kehidupan masyarakat lingkungan selama operasional PLTMG Arun Dua ini, warga mengancam akan lakukan aksi demo kembali jika tuntutan antisipasi dampak getaran dan kebisingan diabaikan.
“Rumah saya begeser dan retak ini disebakan getaran dari PLTMH Arun Dua, jika getaran ini terus terjadi bisa saja rumah saya akan roboh. Getaran sering terasa di tengah malam dan piha perusaan pun belum mengambil tindakan apa-apa malah janji yang perusahaan untuk merenovasi rumah yang retak-retak malah tidak ada sama sekali”, ungkap Johan, Warga Paloh Meriah.
Ismail A. Manaf, ketua dprk kota lhokseumawe, mengaku kecewa terhadap pihak PLTMG Arun Dua yang mengabaikan tuntutan masyarakat korban getaran dan kebisingan yang ditimbulkan sesuai rekomendasi Pemerintah Daerah Kota Lhokseumawe.
“Rekomendasi yang dikeluarkan Pemkot Lhokseumawe pada bulan Mai banyak point yang harus dilaksankan tetapi dilapangan hanya 1 point yang dilaksanakan yaitu penanaman pohon untuk meminimalisir getaran dan point lain sama sekali tidak terlaksanakan sama sekali, makanya pada pertemuan kemarin kita tegaskan apakah mereka tidak sanggub melaksanakn atau tidak mau melaksankan Rekomendasi yang dikeluarkan Pemkot Lhokseumawe,”jelas Ismail A. Manaf, Ketua DPRK Lhokseumawe
Sementara itu, Mukhtar Juned, tim mediator pltmg arun dua dari pln unit induk wilayah aceh, menyampaikan, pihaknya harus memastikan terlebih dahulu penyebab keretakan secara teknis oleh teknisi ahli guna mengetahui penyebab keretakan rumah warga, pihaknya juga akan tetap mencari solusi dan melakukan pertemuan dengan pemko lhokseumawe membahas dampak sosial warga sekitar.
“Terkait keretakan segala macam itu harus ada tim teknisi analisi yang mendalam apakah itu benar akibat dari operasional PLTMG Arun. Kami juga sudah beberapa kali membuat pertemuan dengan masyarakan termasuk Pemerintah Kota Lhokseumawe dan setelah nanti ada analisanya keluar kita juga akan coba mencari solusi,” Mukhtar Juned, Tim Mediator Pltmg Arun Dua



