BANDA ACEH – PUJATVACEH.COM – Sebanyak 16 narapidana yang memperoleh asimilasi covid-19, pembebasan bersyarat tahap pertama ini telah melewati setengah dari masa hukuman. Sesuai dengan Peraturan Menteri Hukum dan HAM no 32 tahun 2020 tentang syarat dan tata cara pemberian asimilasi, pembebasan bersyarat atau cuti menjelang bebas dan cuti bersyarat.

Dimana pihak rutan telah melakukan pemantauan terlebih dahulu dan benar-benar melihat potensi apakah narapidana akan melakukan kesalahan lagi, serta akan melakukan pengawasan terhadap narapidana yang telah memperoleh asimilasi.

Diketahui pada tahun 2020 lalu, juga ada sekitar 800 orang yang memperoleh asimilasi dari Kemenkumham Aceh. Selain itu untuk Juni 2021 mendatang, akan di berikan asimilasi sebanyak 80 orang.

Jefri Purnama, Kepala Bidang Rehabilitasi Pengelolaan Benda Sitaan, Barang Rampasan Negara Dan Keamanan mengungkapkan, sebanyak 16 orang narapidana narkotika dengan masa tahanan di bawah lima tahun mendapatkan asimililasi.

“16 orang narapidana tersebut adalah narapidana narkotika dengan masa tahanan lima tahun,” Ungkap Jefri.

Lebih lanjut Jefri mengatakan, Pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan aparat setempat untuk melakukan koordinasi terhadap narapidana tersebut. Agar tetap berkomunikasi dengan likungannya serta juga dengan pihak rutan.

“Kami telah menjalin komunikasi dengan aparat setempat agar melakukan koordinasi terhadap narapidana yang mendapatkan asimiliasi. Hal tersebut agar terbentuk sebuah komunikasi antara lingkungan napi tinggal dengan pihak rutan,” Ucapnya.

Hal tersebut akan di pandu oleh Balai Pemasyarakatan, dan mereka sudah berkomunikasi baik dengan Balai Pemasyarakatan maupun Rutan agar memperketat keamanan di saat para napi di rumah.

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments