LHOKSEUMAWE – PUJATVACEH.COM – Sebanyak 36 imigran Etnis Rohingya, asal Nyanmar, yang ditampung di Shelter Balai Latihan Kerja Atau BLK, Desa Meunasah Mee, Kandang, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe dipindahkan ke community housings Medan, Sumatera Utara, Kamis (25/3) malam.
Pemindahan tersebut menggunakan dua unit bus dan dikawal ketat oleh aparat kepolisian Polres Lhokseumawe, sepanjang perjalanan hingga sampai ke tujuan.
Dari total 90 orang imigran Rohingya yang tersisa, gelombang perdana dipindahkan sebanyak 36 orang, selebihnya akan diberangkatkan pada gelombang ke dua.
Pemindahan ini diprioritaskan bagi pengungsi yang rentan, seperti anak anak tanpa pendamping, perempuan, serta keluarga yang rawan terjadi kekerasan.
Pemindahan imigran ini ke community housings di kawasan Padang Bulan, Sumatera Utara, dilakukan untuk mendapatkan kondisi yang lebih aman, serta untuk pemenuhan kebutuhan seperti pendidikan, kesehatan, serta kebutuhan sosial lainnya.
Petugas program Koordinator IOM, Sonya Syafitri mengatakan, di Medan program jangka panjang untuk penanganan pengungsi luar negeri sudah berjalan lama dan terstruktur, program yang dijalankan dibawah Menkopolhukam ini juga bekerjasama dengan dirjen ke-imigrasian
“di Medan sudah ada program jangka Panjang untuk penanganan pengungsi luar negeri yang sudah berjalan cukup lama dan terstruktur. Dengan begitu masalah kesehatan dan Pendidikan juga kan lebih terjamin.” Jelas Sonya Syafitri, Petugas Program Koordinator IOM.
Sonya menambahkan, untuk kesehatan imigran Rohingya di Medan, pihaknya juga sudah melaksanakan kerjasama dengan dinas kesehatan terkait. Sementara untuk pendidikan anak-anak akan diajarkan lebih dulu Bahasa Indonesia. Serta memberi kesempatan bisa belajar di sekolah umum, untuk biaya penanganan imigran ini, IOM telah mendapat bantuan dari Uni Eropa.



