TNI Ground Breaking 15 Jembatan Di Pedalaman Aceh Utara .

Aceh Utara – Pujatv.com :: Wujud nyata kehadiran negara untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat kembali ditunjukkan melalui pembangunan infrastruktur di wilayah pedalaman. Kodim 0103/Aceh Utara melaksanakan kegiatan ground breaking pembangunan Jembatan Perintis di Desa Dayah Sepeng, Kecamatan Geureudong Pasee, Kamis (09/04/2026), sebagai bagian dari program pembangunan 15 jembatan serentak di sejumlah kecamatan.
Komandan Kodim 0103/Aceh Utara, Letkol Arh Jamal Dani Arifin ,S.Sos, M.M.D.S. dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembangunan jembatan perintis ini merupakan inisiasi langsung dari Presiden Prabowo Subianto, yang kemudian ditugaskan kepada Kepala Staf Angkatan Darat Jendral TNI Maruli Simanjuntak selaku Ketua Satgas Pembangunan Jembatan.

Ia menjelaskan, pada tahap sebelumnya telah berhasil dibangun sejumlah jembatan di wilayah Aceh Utara, mulai dari jembatan gantung, jembatan Bailey, hingga jembatan Aramco yang sangat membantu mobilitas masyarakat. Kini, pada tahap ketiga, Kodim 0103/Aceh Utara kembali mengusulkan pembangunan 15 jembatan perintis yang menjadi kebutuhan mendesak masyarakat di beberapa kecamatan, dan seluruh usulan tersebut telah disetujui.
“Khusus di wilayah Kecamatan Geureudong Pasee terdapat dua titik pembangunan jembatan, sementara 13 titik lainnya tersebar di kecamatan lain di Kabupaten Aceh Utara. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung serta menjaga proses pembangunan ini agar berjalan aman, lancar, dan selesai tepat waktu,” ujar Dandim.
Sementara itu, Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil S.E, M.M, menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Kodim 0103/Aceh Utara atas komitmen dan dedikasinya dalam membangun serta merehabilitasi jembatan di wilayah pedalaman.
Menurutnya, pembangunan jembatan merupakan langkah strategis dalam memperlancar akses transportasi, membuka peluang ekonomi masyarakat, serta memudahkan akses terhadap layanan pendidikan dan kesehatan. Ia menilai pembangunan 15 jembatan ini menjadi bagian penting dalam mempercepat pemulihan dan pemerataan pembangunan di Kabupaten Aceh Utara.
“Ground breaking hari ini bukan sekadar dimulainya pekerjaan pembangunan, tetapi juga menjadi simbol harapan baru bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan konektivitas dan kesejahteraan warga di daerah terpencil,” ungkapnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan prosesi peletakan batu pertama oleh unsur Forkopimda, dilanjutkan dengan tradisi peusijuk serta doa bersama sebagai bentuk harapan agar pembangunan jembatan dapat segera selesai dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam mengatasi kendala transportasi yang selama ini kerap terjadi, khususnya saat musim hujan. (*)





