Pulihkan Hutan Pascabanjir, 250 Ribu Pohon Ditanam di DAS Peusangan Bener Meriah

Bener Meriah – Pujatv.com Upaya pemulihan kawasan hutan dan Daerah Aliran Sungai (DAS) Peusangan di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, terus dilakukan pascabanjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025. Kementerian Kehutanan bersama World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia, Conservation Response Unit (CRU) DAS Peusangan, serta relawan lingkungan menanam sebanyak 250 ribu pohon sebagai bagian dari program rehabilitasi kawasan hutan.
Kegiatan penanaman dipusatkan di Desa Negeri Antara, Kecamatan Pintu Rime Gayo. Puluhan relawan tampak bergotong royong menanam berbagai jenis bibit pohon di kawasan yang terdampak banjir sebagai upaya memperbaiki kondisi lingkungan sekaligus memulihkan fungsi daerah aliran sungai.

Dalam program tersebut, sebanyak 250 ribu pohon akan ditanam di atas lahan seluas 147,5 hektare. Rehabilitasi ini bertujuan mengembalikan tutupan hutan yang rusak akibat banjir bandang, memperkuat daya dukung lingkungan, serta mengurangi risiko bencana hidrometeorologi di masa mendatang.
Berbagai jenis tanaman, seperti bambu, kopi, lemon, dan tanaman multiguna lainnya dipilih dalam program ini. Selain berfungsi mencegah erosi, menjaga ketersediaan sumber air, dan memperbaiki kualitas lingkungan, tanaman tersebut juga diharapkan dapat memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Program rehabilitasi hutan ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga kelestarian ekosistem DAS Peusangan yang merupakan salah satu kawasan penting bagi kehidupan masyarakat sekaligus habitat satwa liar, termasuk gajah Sumatera. Pemulihan kawasan hutan dinilai penting untuk menciptakan keseimbangan antara kebutuhan manusia dan konservasi lingkungan.
Melalui kegiatan ini, para pihak berharap ekosistem DAS Peusangan dapat pulih secara bertahap, risiko banjir dan longsor dapat diminimalkan, serta tercipta ruang hidup yang lebih aman bagi masyarakat maupun satwa liar. Rehabilitasi tersebut juga diharapkan menjadi langkah nyata dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang berkelanjutan sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi mendatang.





