Tambang di Hutan Adat Picu Aksi Protes Warga Beutong Ateuh

Newspaper Theme

Terkininew
Berita terkini

Newspaper Theme

Tambang di Hutan Adat Picu Aksi Protes Warga Beutong Ateuh

Nagan Raya – Pujatv.com Rasa trauma akibat banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah Beutong Ateuh, Kabupaten Nagan Raya, tujuh bulan lalu masih dirasakan masyarakat. Bencana tersebut menyebabkan ratusan rumah rusak, merusak lahan perkebunan, serta menghilangkan sumber mata pencaharian warga.

Di tengah proses pemulihan pascabencana, masyarakat kembali dihadapkan pada kekhawatiran baru setelah muncul rencana eksplorasi tambang tembaga di kawasan hutan adat Beutong Ateuh. Warga menilai aktivitas pertambangan berpotensi mengancam kelestarian lingkungan dan meningkatkan risiko terjadinya bencana di masa mendatang.

Penolakan terhadap rencana tambang itu terus menguat. Sebelumnya, warga dari sejumlah desa terdampak telah menggelar aksi di lokasi yang disebut akan menjadi area eksplorasi. Karena aspirasi mereka dinilai belum mendapat kepastian, ratusan warga kembali menggelar unjuk rasa di Kantor Bupati Nagan Raya untuk menyampaikan penolakan terhadap rencana pertambangan tersebut.

Aksi tersebut melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh adat, tokoh perempuan, mahasiswa, hingga organisasi masyarakat sipil. Mereka menegaskan penolakan terhadap segala bentuk aktivitas eksplorasi maupun eksploitasi tambang di kawasan hutan adat yang selama ini dianggap sebagai penyangga ekologis dan pelindung wilayah dari ancaman banjir serta longsor.

Dalam aksi itu, massa juga menyampaikan kekecewaan terhadap sikap pemerintah yang dinilai belum menunjukkan keberpihakan kepada masyarakat yang masih berjuang memulihkan kehidupan pascabencana. Warga menilai kawasan hutan adat memiliki fungsi penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan keselamatan masyarakat.

Menurut mereka, keberadaan hutan tidak hanya berperan sebagai sumber kehidupan, tetapi juga sebagai benteng alami yang melindungi wilayah permukiman dan lahan pertanian dari berbagai ancaman bencana.

Sementara itu, pemerintah daerah menyatakan akan menampung dan menindaklanjuti berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat. Di sisi lain, warga menegaskan akan terus mengawal proses tersebut dan menyuarakan penolakan terhadap rencana pertambangan di kawasan hutan adat Beutong Ateuh.

Bagi masyarakat setempat, menjaga hutan adat bukan semata-mata persoalan lingkungan, melainkan upaya menjaga keselamatan, keberlanjutan sumber kehidupan, dan masa depan generasi mendatang.

Tonton selengkapnya di link berikut!

Newspaper Theme

Dua Tersangka Dugaan Khalwat Dilimpahkan ke Kejari Banda Aceh

Dua Tersangka Dugaan Khalwat Dilimpahkan ke Kejari Banda Aceh Banda Aceh – Pujatv.com Kejaksaan Negeri Banda Aceh menerima pelimpahan dua tersangka beserta barang bukti kasus...

Perkuat Mutu Pendidikan, Mendikdasmen Resmikan 28 Sekolah Hasil Revitalisasi di Banda Aceh

Perkuat Mutu Pendidikan, Mendikdasmen Resmikan 28 Sekolah Hasil Revitalisasi di Banda Aceh Banda Aceh – Pujatv.com Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu’ti,...

Tujuh Bulan Pascabencana, Warga Bergotong Royong Bangun Sekolah Darurat

Tujuh Bulan Pascabencana, Warga Bergotong Royong Bangun Sekolah Darurat   Aceh Timur – Pujatv.com Tujuh bulan setelah banjir dan longsor melanda Kabupaten Aceh Timur, kondisi pendidikan...

Bea Cukai Lhokseumawe Musnahkan 22 Juta Batang Rokok Ilegal Senilai Rp43 Miliar

Bea Cukai Lhokseumawe Musnahkan 22 Juta Batang Rokok Ilegal Senilai Rp43 Miliar Lhokseumawe – Pujatv.com Bea Cukai Lhokseumawe bersama Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan...

POPULERnew
Berita terpopuler