Aceh Barat Menerima Bantuan Logistik Bencana Senilai Rp526 Juta dari Pemerintah Aceh

Aceh Barat – Pujatv.com : Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menerima bantuan masa panik dari Pemerintah Provinsi Aceh melalui Dinas Sosial, untuk korban yang terdampak bencana banjir yang saat ini masih merendam sejumlah desa di Kabupaten Aceh Barat.
Bantuan tersebut diterima langsung oleh Bupati Aceh Barat yang diserahkan oleh Sekretaris Dinas Sosial Provinsi Aceh.
Satu unit truk dari Provinsi Aceh yang berisi bantuan logistik untuk korban yang terdampak banjir tiba di Kantor Bupati Aceh Barat.
Bantuan logistik yang dikirim melalui Dinas Sosial Provinsi Aceh tersebut bernilai sebesar Rp526 juta, berupa bahan sandang yakni baju koko, kain sarung, mukena, dan selimut.
Sedangkan untuk kebutuhan pangan berupa makanan siap saji seperti minyak goreng, gula, dan kebutuhan sehari-hari.

Penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya koordinasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten dalam penanggulangan bencana alam di Aceh Barat.
Chaidir, Sekretaris Dinas Sosial Provinsi Aceh mengatakan, bantuan ini merupakan wujud kepedulian Pemerintah Aceh terhadap saudara-saudara yang terdampak banjir di Aceh, termasuk Aceh Barat.
Diharapkan bantuan ini dapat memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama masa tanggap darurat dan dapat mengurangi beban para korban.
Bupati Aceh Barat, Tarmizi mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial yang telah memberikan bantuan ini.
Untuk sementara, bantuan ini akan digudangkan karena Pemerintah Aceh Barat telah menyalurkan bantuan masa panik untuk korban bencana banjir.

Apabila banjir kembali terjadi, maka bantuan logistik tersebut akan disalurkan ke daerah yang terdampak. Meski air sudah surut, namun saat ini ada beberapa desa di Kecamatan Bubon dan Arongan Lambalek yang masih terendam banjir.
Dengan datangnya bantuan masa panik dari Pemerintah Provinsi Aceh ini, diharapkan dapat membantu masyarakat yang terdampak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Pemerintah Aceh Barat terus berupaya melakukan normalisasi saluran atau drainase yang tersumbat dan membuka muara, agar banjir tidak kembali merendam perkotaan dan permukiman warga.





