Aceh Besar – Pujatvaceh.com – Air mata sepuluh  orang tua atau wali wisudawati Rumah Tahfidz Puja Izzati Aceh Besar tumpah, karena haru melihat anak mereka diwisuda sebagai hafidzah 30 juz.  Momen tersebut terjadi saat para wiudawati menyematkan mahkota kepada masing-masing orang tua atau wali sebagai pertanda perjuangan orang tua dan anak  selama ini untuk menghafal 30 Juz Al-Quran yang telah berhasil dilewati.

Hampir selama dua tahun, para penghafal Al-Qur’an harus rela jauh dari orang tua, keihklasan sepuluh santriwati dari berbagai daerah di Aceh terbayar hari ini dengan prosesi wisuda akbar perdana santriwati di Rumah Tahfidz Puja Izzati yang berlokasi di Kabupaten Aceh Besar.

Sepuluh santriwati itu adalah Fariyanti asal Subulussalam, anak dari Khalidii dan Rita, Sriwahyuni juga asal Subulussalam anak dari Muhammad Ilyas Brutu dan Nur Hajjah, Rahma Sariani asal Subulussalam anak dari pasangan Bangun dan Ukak.

Siti Hajjah asal Subulussalam anak pasangan dari Asmala dan Nurhayani, Sufriyati  asal Subulussalam anak dari pasangan Jamaluddin Maha dan Hanidar, Erniati asal Subulussalam anak dari pasangan Hasan Sambil dan Ina Rati.

Putri Ayu asal Subulussalam anak dari bapak Jantan dan ibu Fatimah, Mariati asal Subulussalam anak dari pasangan bapak Saf Fea dan Ibu Raisah, kemudian santriwati asal simeulue Nahdalia Muslimah anak dari bapak Dasmin HS dan ibu Sarifah Hanum, dan Rani Sartika asal Subulussalam Anak Almarhum Solin dan ibu Deminah.

Dalam sambutannya, Ketua Yayasan RTPI, Jamaluddin sekaligus CEO Puja Group yang membawahi Puja TV Aceh menceritakan, bagaimana dua tahun lalu mendirikan rumah tahfidz untuk para anak yatim dan kaum dhuafa secara gratis agar mereka juga bisa mengenyam pendidikan menghafal Al-Qur’an. berkat bantuan para donator, kini para santriwati sudah diwisuda sebagai hafidzah 30 Juz.

Dirinya berharap agar sepulang nanti ke kampung halaman, para santriwati bisa mengajar generasi penerus aceh agar turut menjadi hafidz dan hafidzah serta menerapkan Al Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Pimpinan RTPI, Ustadzah Misna Amelia berharap pada para santri, agar selepas wisuda tetap mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari sebagaimana yang telah mereka terima selama mondok di RTPI.

“Ini merupakan santri angkatan pertama, kurang lebih satu tahun enam bulan selama disini. Ada yang dapat menyelesaikan hafalan dalam waktu delapan bulan, dan mereka disini setelah khatam akan murajaah dan akan dibimbing untuk mengajar TPA” Ujar Misna Amelia, Pimpinan RTPI Aceh Besar.

Salah seorang wisudawan, Sriwahyuni mengungkapkan rasa terima kasih kepada ketua yayasan, Jamaluddin dan Istri, yang setiap saat peduli pada para santri. Begitu juga kepada para seluruh donatur yang telah ikut membantu dan juga kepada para ustadzah yang selama 24 jam setia mendampingi para santriwati hingga mampu menghafal Al-Qur’an 30 Juzz.

“Perasaan kami disini Alhamdulillah senang, suka duka kami lewati bersama, kami kuat karena adanya Pak Jamal beserta istri dan para ustadzah guru kami. Kami berterima kasih kepada Pak Jamaluddin dan ibu yang telah senantiasa mengurus kami disini, dan untuk para ustadzah kami, yang telah mengajari kami sehingga kami bisa seperti ini” Ujar Sriwahyuni, Wisudawati Hafidzah 30 Juzz RTPI Aceh Besar.

Selain prosesi wisuda, diberikan juga penghargaan kepada santri berprestasi pada beberapa perlombaan yang digelar untuk mensyukuri  para  santriwati yang berhasil menghafal Al-Qur’an dan menyambut tahun baru hijriah.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments