Aceh Utara – Pujatvaceh.com – Aksi unjuk rasa mahasiswa menyuarakan penolakan kenaikan harga BBM terus berlangsung di sejumlah daerah di Indonesia. Kali ini mahasiswa di Aceh Utara mendatangi gedung DPR kabupaten setempat untuk memprotes sejumlah kebijakan pemerintah, diantaranya kebijakan menaikkan harga BBM yang dinilai menyulitkan masyarakat.

Selain itu, mereka juga menyuarakan sejumlah pernyataan sikap seperti meminta pemerintah untuk memberantas mafia migas, menolak tarif dasar daya listrik, membatalkan IKN yang dinilai membebankan APBN serta mendesak pemerintah mengusut tuntas sejumlah kasus pelanggaran HAM.

Selain itu, mahasiswa juga  menyoroti sejumlah isu lokal yang harus diselesaikan oleh pemerintah seperti konflik agraria di Aceh, mendesak pemerintah untuk mengecek amdal PT. Lintas Krueng Pasee dan meminta pemerintah untuk menangani masalah kelangkaan pupuk bersubsidi.

“Ada 5 isu nasional dan ada 3 isu daerah, petisi ini adalah realita yang dirasakan oleh masyarakat salah satu diantaranya yaitu melonjaknya harga BBM, menolak tarif dasar listrik dan mendesak pemerintah untuk menuntaskan kasus pelanggaran HAM,” ucap Muhammad Gema, koordinator aksi.

Anggota DPRK Aceh Utara, Anzir  saat menerima aksi unjuk rasa mahasiswa mengaku, seluruh anggota DPR kabupaten setempat setuju dengan aksi tolak kenaikan harga BBM yang dilakukan mahasiswa. Dirinya menilai pemerintah terlalu terburu-buru dalam mengambil kebijakan saat perekonomian masyarakat sedang sulit.

“Kami sepakat juga dengan mahasiswa karena ini masalah BBM, seakan-akan pemerintah terburu-buru mengambil kebijakan dengan kondisi daerah dan negara yang terpuruk sehingga masyarakat resah berkelanjutan,” ujar Anzir, anggota DPRK Aceh Utara.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments