Seorang pemuda bernama Firdaus (28) sukses dengan bisnis bandeng tanpa duri, ia berasal dari Desa Tanjung Meunje, Kecamatan Madat, Aceh Timur.

Sebelum sukses dengan bisnis Batari ini, dulunya Firdaus bekerja sebagai penjual pakan ikan, akibat pandemi, usahanya terus merugi, karena berkurangnya konsumen yang membeli pakan padanya.

Sejak saat itu, ia bersama rekan-rekannya mendapatkan ide untuk melahirkan usaha Batari, usaha bandeng tanpa duri ini di support oleh Dinas Koperasi Aceh Timur dan juga salah satu perusahaan pakan ikan setempat.

Dengan adanya usaha ini, Firdaus dan rekannya berharap agar harga ikan bandeng dapat terdongkrak kedepannya. hingga kini, usaha Batari ini sudah mempekerjakan beberapa ibu-ibu dan pemuda di desanya.

ia juga mengatakan bahwa bisnis yang ia lakukan bersama rekannya ini terus mengalami peningkatan meski di masa pandemi.

“Sehingga timbullah ide-ide dari kawan-kawan juga usaha seperti yang kami lakukan sekarang ini, dan alhamdulillah di masa pandemi ini, usaha ini terus meningkat” jelas Firdaus,  pengusaha bandeng tanpa duri.

Penyuluh Koperasi Aceh Timur, Miftahul Umam mengatakan, produk Batari ini lebih higienis, karena prosesnya dibuat langsung oleh ahli yang telah belajar ke Semarang Jawa Tengah.

“Selain produk ini praktis, juga higienis, serta dapat menyerap produksi bandeng oleh masyarakat sekitar”. Ujar Miftahul Usman, Penyuluh Koperasi Aceh Timur.

Usman, salah seorang pengunjung cafe muara kupi yang menyediakan bandeng tanpa duri di Aceh Timur menuturkan, rasa bandeng ini gurih karena dengan konsep tanpa tulang bikin rasanya lebih nikmat.

Firdaus dan rekannya berharap agar dapat terus melakukan inovasi, agar dapat membantu meningkatkan perekonomian, khususnya bagi masyarakat sekitar. Mereka berharap agar dapat menjadi perintis ekonomi kreatif di Aceh walau ditengah kondisi sulit di tengah pandemi.

 

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments