Foto : Pertemuan antara anggota DPRK Bener Meriah dengan para petani kopi

BENER MERIAH – PUJATVACEH.COM –  Sejumlah petani kopi bawa replika keranda jenazah ke kantor DPRK Bener Meriah saat melakukan audensi pada Selasa siang (15/12).

Rombongan petani kopi yang tergabung dalam aliansi petani kopi gayo tersebut, menuntut Pemerintah Kabupaten Bener Meriah agar segara merealisasikan Qanun Kopi.

Aksi  para petani kopi tersebut terbilang cukup menarik perhatian. Pasalnya, kehadiran mereka membawa keranda dengan bertuliskan qanun kopi harga mati.

Replika keranda tersebut diserahkan kepada Ketua Badan Legislasi Atau Banleg DPRK Bener Meriah sebagai simbol bentuk kepedulian terhadap nasib masyarakat khususnya para petani Kopi Gayo, yang menurutnya semakin hari semakin menyedihkan, karena harga kopi anjlok dipasaran sehingga diperlukan segera terbitnya Qanun perlindungan kopi.

Dalam audensi yang berlangsung di ruangan Ketua Dprk Bener Meriah itu dihadiri oleh Ketua DPRK Muhammad Saleh, Ketua Badan Legislasi Zulhamsyah dan beberapa anggota dewan lainnya.

Nasri Gayo, koordinator aksi kepada puja tv mengatakan, audensi hari ini bertujuan untuk memperjelas dan dan agar DPRK Bener Meriah segera mencari inisiatif dalam pembuatan Qanun kopi.

“Hari kami kami memperjelas terkait Qanun Kopi, Alhamdulillah, pihak DPRK Bener Meriah akan bergerak hari ini atau lusa ke beberapa perguruan tinggi untuk memperjelas naskah akademis” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Zulhamsyah, Ketua Legeslasi DPRK Bener Meriah mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi kehadiran para petani kopi tersebut. Menurutnya, untuk proses pembuatan qanun kopi telah melalui berbagai tahapan//

“Tahapan-tahapan sudah mulai kita lakukan, yang pertama adalah persiapan naskah akademis yang Insyallah dalam 2 hari ini akan kita bahas di Unsyiah. Tujuannya agar produk hukum terkait Qanun Kopi nantinya tidak prematur” pungkasnya.

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments