Bea Cukai Lhokseumawe Miliki Pangkalan dan Kapal untuk Memburu Penyelundupan

Lhokseumawe – Pujatv.com : Perairan Aceh memiliki potensi tinggi terhadap penyelundupan narkotika, psikotropika, dan prekursor, rokok ilegal, dan barang larangan lainnya serta kejahatan lintas negara.
Ancaman ini tidak hanya membahayakan keselamatan masyarakat, tetapi juga berpotensi menekan penerimaan negara serta mengganggu stabilitas ekonomi regional.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Kantor Bea Cukai Tipe B Lhokseumawe kini memiliki Pangkalan Sarana Operasi atau PSO, sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 132 Tahun 2024, tentang Penataan Organisasi dan Penguatan Unit Operasional Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
PSO Lhokseumawe terbentuk dari pemindahan dan penguatan fungsi PSO Batam, dengan tujuan mendekatkan kendali operasi ke wilayah perairan yang memiliki tingkat kerawanan tinggi, yang ditempatkan di Pelabuhan Pabrik Pupuk Iskandar Muda, Kota Lhokseumawe.

Bea Cukai Lhokseumawe dan PSO Bea Cukai Lhokseumawe memiliki peran berbeda namun saling melengkapi.
Bea Cukai Lhokseumawe berfungsi sebagai pengawasan dan pelayanan di bidang kepabeanan dan cukai di kawasan pelabuhan, kawasan industri, dan wilayah kerja darat.
Sementara PSO Bea Cukai Lhokseumawe fokus pada patroli dan operasi laut, yang mencakup wilayah perairan Aceh dan Sumatera Utara dengan bekerja sama dengan institusi kepolisian dan TNI Angkatan Laut.

Dengan didukung tiga kapal dan diperkirakan pertengahan tahun ini akan dilengkapi sampai enam kapal, memungkinkan patroli laut bisa dilakukan secara maksimal untuk memperkuat sistem pengawasan secara menyeluruh dari laut hingga darat, apalagi posisi geografis Lhokseumawe yang berhadapan langsung dengan jalur pelayaran internasional, menjadikannya kawasan strategis sekaligus rentan dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan.
Hal ini disampaikan oleh Dafit Kasianto, selaku Kepala Pangkalan Sarana Operasi Bea Cukai Lhokseumawe, pasca apel kesiapsiagaan PSO Bea Cukai Lhokseumawe, pada 22 Januari 2026, di Dermaga Pelabuhan PT Pupuk Iskandar Muda.





