LANGSA – PUJATVACEH.COM – Beginilah situasi rumah SJ salah seorang terduga teroris yang ditangkap beberapa hari lalu oleh Detasemen Khusus 88 Anti Teror Mabes Polri. Terduga teroris tersebut merupakan warga Dusun Mulia,Desa Sidorejo, Kecamatan Langsa Lama,Kota Langsa,Aceh.

Terkait penangkapan warganya, menurut Kepala Desa Sidorejo Salahuddin, dirinya telah mendapatkan informasi sebelumnya dari pihak kepolisian. Namun Salahuddin tidak menyangka , bahwa warganya itu terduga pelaku tindakan terorisme.

Dalam kesehariannya, SJ , terkesan tertutup dan tidak pernah berinteraksi dengan warga lainnya, bahkan setiap ada kegiatan desa ia tidak pernah hadir. SJ berprofesi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Aceh Timur. Selain itu, SJ juga bekerja di salah satu cafee di Kota Langsa.

Pelaku memiliki seorang istri dan empat orang anak dan salah satunya masih balita, ,SJ merupakan pendatang yang sudah sepuluh tahun menetap dan menikah di Desa Sidorejo.

“Kami berharap, kejadian ini menjadi pelajaran baginya dan warga lain, agar saling terbuka dan berinteraksi antar sesama warga. Saya meminta hal serupa tidak terjadi lagi, mengingat perbuatan tersebut dapat merugikan negara dan keluarga” papar Kepala Desa Sidorejo Salahuddin kepada media ini.

Sementara menurut keterangan Pers Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Winardy, selain SJ, Densus 88 Anti Teror Mabes Polri juga menangkap empat orang terduga teroris lainnya, yaitu berinisial RA yang diamankan di Jalan Blang Bintang Krueng Raya Banda Aceh,SA,warga Banda Baro Aceh Utara,UM alias AZ alias TA dan MY warga Desa Birem Puntong,Kecamatan Langsa Baro,Kota Langsa.

“Selain SJ, Densus 88 juga menangkap empat terduga teroris lainnya,” tutur Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy.

Kelima terduga teroris itu diduga terlibat dalam jaringan pengeboman Polrestabes Medan,dan juga terlibat dalam pembuatan bom jaringan teroris yang ditangkap di wilayah Riau. Mereka juga berencana membuat bom yang akan digunakan untuk aksi teror diwilayah Aceh. Serta berencana berangkat ke Afganistan untuk bergabung dengan kelompok Daulah ISIS.

“Dugaan sementara mereka terlibat dalam pengeboman Poltabes Medan, rencananya mereka akan berangkat ke Afganistan untuk bergabung dengan kelompok Daulah Isis,” pungkasnya.

Dalam penangkapan kelima terduga teroris itu, Densus 88 mengamankan beberapa bahan pembuat bom, yakni 1 Kg pupuk Kalium Nitrat, 250 Gram the Organic Stop Actifid Charcoal atau bubuk arang aktif, satu botol atau 2000 pcs peluru Gotri Silver Cosmos 6 mm, beberapa potongan pipa besi sebagai alat pembuat dan isi bom serta beberapa dokumen penting .

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments