Aceh Utara – Pujatvaceh.com – Banjir yang melanda Aceh Utara selama hampir sepekan, membuat tiga puluh empat sekolah di daerah itu terendam banjir. Akibatnya, proses belajar mengajar terpaksa dihentikan hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara, Jamaluddin, menyebutkan, sekolah yang diliburkan meliputi 28 tingkat sekolah dasar dan 8 sekolah menengah pertama, sehingga 6 ribu lebih pelajar terpaksa belajar di rumah maupun tempat pengungsian.
Sementara itu, sekolah yang paling banyak terendam banjir berada di Kecamatan Lhoksukon, Matang Kuli, Pirak Timu dan Tanah Luas. Banjir juga menyebabkan 396 ruang kelas, kantor, laboratorium hingga perpustakaan juga terendam, serta berdampak pada 763 tenaga pengajar, guru dan staf.
“Ada 26 Sekolah SD, 8 Sekolah SMP, sekolah yang terdampak banjir kita hentikan proses pembelajarannya. Lebih kurang 6331 orang murid yang belajar di tempat pengungsian hari ini kita liburkan. Proses pembelajaran dilakukan secara mandiri di tempat pengungsian” Kata Jamaluddin, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara.
Hingga kini, banjir yang melanda Aceh Utara selama hampir sepekan terakhir mulai berangsur surut. Namun sejumlah wilayah seperti Lhoksukon, Matang Kuli, hingga Pirak Timu masih terendam banjir.






