Debu Pascabencana Picu Infeksi Saluran Pernapasan Pengungsi di Aceh Utara

Aceh Utara – Pujatv.com Belum kering luka akibat kehilangan harta benda saat banjir bandang menerjang, warga di sejumlah desa di Kabupaten Aceh Utara kini harus berjibaku dengan kepulan debu pekat yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
Salah satu kondisi tersebut terlihat di Desa Buket Linteung, Kecamatan Langkahan. Memasuki hari ke-76 pascabanjir, Selasa (10/2/2026), lumpur tebal yang sebelumnya menutupi permukiman kini mengering dan berubah menjadi debu beterbangan.
Setiap kendaraan yang melintas memicu kabut debu yang menyelimuti rumah-rumah warga, tenda pengungsian, warung, hingga fasilitas umum. Jarak pandang pun kerap terganggu dan membahayakan para pengguna jalan.

Mahdi, warga Buket Linteung, mengungkapkan bahwa sejak lumpur berubah menjadi debu pekat, banyak warga kesulitan beraktivitas, terutama saat membersihkan sisa-sisa rumah mereka yang terdampak banjir. Bahkan, sejumlah warga mulai mengalami batuk dan gangguan pernapasan.
Di tengah masa pemulihan yang seharusnya menjadi momentum untuk bangkit, warga justru dihadapkan pada ancaman infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Warga berharap ada langkah nyata dari pemerintah untuk mengatasi persoalan tersebut, terutama dengan penyaluran bantuan masker serta peningkatan intensitas penyiraman jalan di titik-titik permukiman padat guna menekan debu.





