Di Bener Meriah, Masih Ada Desa yang Hanya Bisa Dilalui Motor

Bener Meriah – Pujatv.com Tiga bulan sudah bencana tanah longsor dan banjir bandang menerpa Dusun Lima Pantan Bayur, Kampung Meriah Jaya, Kecamatan Gajah Putih, Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh.
Meskipun aktivitas warga mulai berangsur normal, jejak kerusakan masih terlihat jelas di sejumlah titik. Bagi warga Dusun Lima Pantan Bayur, tiga bulan bukanlah waktu yang singkat. Trauma dan dampak bencana masih terasa hingga saat ini.
Saat jurnalis Puja TV mengunjungi lokasi pada Rabu, 25 Februari 2026, sisa-sisa material longsoran masih menumpuk di beberapa titik jalan desa yang sebelumnya sempat terputus. Akses tersebut memang sudah bisa dilalui, namun masih dalam kondisi darurat dan menjadi licin ketika hujan turun.

Salah seorang warga setempat, Harianto, mengungkapkan bahwa peristiwa tanah longsor terjadi beberapa bulan lalu pada siang hari. Kejadian tersebut mengakibatkan sejumlah lahan perkebunan masyarakat serta akses jalan menuju dusun mereka mengalami kerusakan cukup serius.
Menurutnya, pasca tanah longsor dan banjir bandang yang menerpa desa mereka, akses jalan hingga kini belum diperbaiki secara permanen dan hanya dapat dilalui kendaraan roda dua. Padahal, jalan tersebut merupakan satu-satunya akses bagi warga untuk mengangkut hasil pertanian ke luar desa.
Ia berharap pemerintah dapat segera memberikan perhatian dan melakukan perbaikan terhadap akses jalan tersebut agar aktivitas masyarakat kembali lancar.
Selain kerusakan tempat tinggal, lahan pertanian kakao yang menjadi sumber penghasilan utama warga juga masih banyak yang tertimbun material longsor. Sebagian petani terpaksa membiarkan lahannya karena keterbatasan alat berat untuk membersihkan timbunan tersebut.

Warga pun berharap adanya perhatian lebih dari Pemerintah Kabupaten Bener Meriah untuk melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi, sehingga roda perekonomian masyarakat di Pantan Bayur dapat kembali berjalan normal seperti sedia kala.





