Lhokseumawe – Pujatvaceh.com – PJ Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Imran menerima kunjungan mantan kombatan GAM wilayah Kuta Pase di kantor Wali Kota Lhokseumawe. Kunjungan pengurus Komite Peralihan Aceh wilayah Kuta Pase ini untuk menyampaikan aspirasi terkait perkembangan implementasi MoU  Helsinki yang sudah memasuki usia 17 tahun.

Pertemuan semula dilakukan secara tertutup tanpa dihadiri oleh jurnalis, tapi pada sesi akhir penyerahan bundel yang berisi salinan MoU  Helsinki, UUPA, Qanun Bendera Aceh dan lambang Aceh serta selembar Bendera Bulan Bintang. PUJA TV diberikan kesempatan untuk meliput dan PJ Wali Kota dalam bahasa Aceh mengatakan bahwa sangat mengapresiasi pertemuan dengan para tokoh KPA.

Dirinya berharap komunikasi yang sudah terbangun dengan baik ini bisa dilanjutkan untuk membangun Kota Lhokseumawe kedepannya, dirinya juga akan menyampaikan aspirasi ini ke Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian.

“Pada momen luar biasa ini kita tetap lakukan komunikasi yang baik antara Pemko Lhokseumawe dengan para tokoh yang berjuang untuk Aceh dan kami berharap komunikasi ini tetap lancer. Saya juga akan antar Qanun ini ke Mendagri nanti.” tutur Dr. Imran.

Sementara itu, Juru Bicara KPA Kuta Pase, Halim Abe mengatakan bahwa MoU  Helsinki adalah tanggung jawab bersama berbagai kalangan dan KPA Kuta Pase tidak harus menyampaikan aspirasi dengan aksi yang menimbulkan polemik di tengah masyarakat tapi bisa juga dengan cara halus demi kemaslahatan masyarakat.

“Kita bergerak ke arah yang lebih baik dan ini tanggung jawab bersama yang harus dipikul bersama Selain itu kami juga ingin menyampaikan bahwa sebenarnya game bisa melakukan cara yang lebih halus untuk mengedepankan komunikasi,” ujar Halim Abe.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments