Elemen Sipil Aceh Tolak Gelar Pahlawan untuk Soeharto

Banda Aceh – Pujatv.com : Sejumlah massa dari berbagai elemen sipil Aceh menggelar aksi di Taman Bustanussalatin, Banda Aceh, pada Rabu, 12 November 2025. Aksi tersebut merupakan bentuk penolakan terhadap pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada mantan Presiden Soeharto.
Sebelum memulai orasi, para peserta aksi menyanyikan lagu dan yel-yel penolakan sebagai simbol perlawanan terhadap usulan penetapan tersebut.
Di sela-sela orasi, mereka juga membagikan kertas-kertas berisi seruan penolakan, serta poster dan topeng bergambar simbol perlawanan terhadap pengangkatan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional.

Massa menilai Soeharto tidak layak mendapatkan gelar pahlawan, karena memiliki rekam jejak pelanggaran hak asasi manusia, serta kebijakan yang dianggap merugikan rakyat semasa pemerintahannya.
Aksi ini diinisiasi oleh Koalisi Masyarakat Sipil Aceh, yang terdiri dari AJI Banda Aceh, LBH Banda Aceh, Kontras Aceh, MaTA, dan sejumlah lembaga swadaya masyarakat lainnya.
Koalisi tersebut menilai langkah pemerintah untuk memberikan gelar pahlawan kepada Soeharto mengabaikan fakta sejarah, serta bertentangan dengan nilai-nilai hukum dan hak asasi manusia yang dijunjung tinggi oleh bangsa ini, seperti yang diungkapkan Koordinator Kontras Aceh, Azharul Husna.

Sementara itu, Koordinator Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA), Alfian, juga mengatakan hal yang sama. Dirinya menilai negara tidak mengambil sikap yang baik atas seruan masyarakat yang menolak gelar pahlawan untuk presiden kedua Republik Indonesia ini.
Selain itu, Rahmat Maulidin dari LBH Banda Aceh mengungkapkan bahwa tidak layak Marsinah sebagai salah seorang aktivis yang juga mendapat gelar Pahlawan Nasional disandingkan dengan Soeharto, karena Soeharto dinilai jadi otak dari tewasnya Marsinah.
Aksi berlangsung damai dan mendapat pengawalan dari aparat keamanan.





