Nagan Raya – Pujatvaceh.com – Tingginya harga cabai di sejumlah pasar tradisional yang mencapai 70 ribu rupiah /kg nyatanya tidak dirasakan oleh para petani. Seperti petani cabai di Desa Puloe Ie, Kecamatan Kuala, Kabupaten Nagan Raya mengaku merugi akibat musim kemarau yang membuat tanaman cabai mengalami kekurangan air bahkan sebagian tanaman cabai mati yang berakibat pada rendahnya produksi dan kualitas hasil tanam para petani.

Biasanya, mereka bisa mencapai 300 hingga 500 kg untuk sekali panen, namun karena panen kali ini hanya mendapat puluhan kilo saja. Walau demikian para petani juga terus berusaha menyelamatkan tanaman mereka yang mulai terserang penyakit seperti keriting bahkan mati akibat cuaca. Salah satu petani cabai, Nur Asriani mengatakan bahwa kondisi ini sudah berlangsung sebulan lamanya.

“Cabai banyak yang mati karena kemarau jadi berpengaruh pada hasil tanam, kena penyakit keriting jadi tidak ada untungnya,” ucap Nur.

Saat ini petani masih berusaha merawat tanaman cabainya dengan harapan untuk mengembalikan modal walaupun tidak ada keuntungan dalam penjualan.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments