Langsa – Pujatvaceh.com – Ekowisata yang memiliki menara setinggi 45 meter berada di kawasan hutan bakau seluas 8.000 hektare berlokasi di Gampong Kuala Langsa, Kecamatan Langsa Barat, Kota Langsa telah dibuka kembali setelah 3 bulan ditutup karena persolaan izin dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Peresmian ekowisata andalan Kota Langsa ini ditandai dengan penyerahan dokumen koordinat geografis batas areal PBPH PT. Pekola (Areal Mangrove) seluas 119,50 hektar oleh Balai Pengelolaan Hutan Lestari (BPHL) Aceh mewakili Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI kepada PT. Pekola (Perseroda).

Penyerahan dokumen dan penandatangan berita acara koordinat geografis batas areal PBPH PT. Pekola dilakukan Kepala BPHL Aceh Dr. Mahyiddin, Direktur PT. Pekola Muhammad Nur dan disaksikan Pj Wali Kota Langsa, Said Mahdum Majid.

Pj Wali Kota Langsa, Said Mahdum Majid berharap dengan dibukanya kembali ekowisata Hutan Mangrove ini dapat menumbuhkan prakarsa atau inisiatif baru di kalangan pemerintah gampong, masyarakat dan pelaku usaha lainnya untuk pengembangan pariwisata melalui penyediaan jasa akomodasi yang murah meriah (Home Stay/Cottage), jasa susur alur, jasa pemandu wisata, pembuatan oleh-oleh, pengembangan pusat jajanan kuliner dan lain-lain.

“Ini adalah pembukaan kembali Ekowisata Mangrove di Kota Langsa yang selama ini terhenti, jadi kita berharap ini akan kembali membangun ekonomi masyarakat di seputaran Kuala Langsa ini,” tutur Said.

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments