Kadisdik Aceh: Kegiatan Sekolah Selama Ramadan Jadi Sarana Psikososial dan Trauma Healing

Newspaper Theme

Terkininew
Berita terkini

Newspaper Theme

Kadisdik Aceh: Kegiatan Sekolah Selama Ramadan Jadi Sarana Psikososial dan Trauma Healing

Banda Aceh – Pujatv.com Jadwal pembelajaran dan libur sekolah selama Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi resmi diedarkan melalui Surat Edaran Bersama (SEB) tiga menteri. Pada awal Ramadan, siswa akan menjalani libur sekolah mulai 18 Februari hingga 21 Februari 2026.

Surat edaran tersebut ditandatangani oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Menteri Agama, serta Menteri Dalam Negeri sebagai pedoman bagi pemerintah daerah, kantor wilayah Kementerian Agama, dan satuan pendidikan dalam menyelenggarakan pembelajaran selama bulan Ramadan hingga pasca-Idulfitri.

Dalam SEB Nomor 5 Tahun 2026, Nomor 2 Tahun 2026, dan Nomor 400.1/857/SJ tentang Pembelajaran di Bulan Ramadan Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi, dijelaskan rangkaian jadwal kegiatan siswa mulai dari libur awal Ramadan dengan pembelajaran mandiri hingga mekanisme pembelajaran selama bulan puasa.

Menindaklanjuti aturan tersebut, Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Aceh resmi menetapkan pengaturan kegiatan belajar mengajar selama Ramadan dan libur Idulfitri. Kebijakan ini tertuang dalam surat edaran yang ditandatangani Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, dan ditujukan kepada seluruh Kepala Cabang Dinas Pendidikan kabupaten/kota di Aceh.

Selain pengaturan jadwal, Disdik Aceh juga mewajibkan pengisian Jurnal Ramadan bertajuk “Tujoh Peubiasa Aneuk Aceh, Meutuwah ngon Meuadab”. Jurnal tersebut digunakan untuk mencatat kebiasaan baik siswa selama Ramadan dan menjadi nilai tambah pada mata pelajaran Budi Pekerti atau Pendidikan Agama.

Selama Ramadan, aktivitas sekolah tetap merujuk pada kalender pendidikan nasional, meskipun jam operasional disesuaikan.

Murthalamuddin menyampaikan bahwa sekolah di daerah terdampak bencana memiliki kondisi berbeda dibandingkan daerah yang tidak terdampak. Menurutnya, sekolah di lokasi bencana harus mampu menjadi sarana psikososial atau trauma healing bagi para siswa.

“Sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang penguatan mental dan emosional bagi siswa pascabencana agar mereka lebih siap menghadapi hari-hari ke depan,” ujarnya.

Pemerintah Aceh berharap kebijakan ini dapat memastikan proses pendidikan tetap berjalan optimal selama Ramadan, sekaligus memberikan dukungan psikologis bagi siswa, khususnya di wilayah terdampak bencana.

Newspaper Theme

Kagama Bangun 26 Huntara untuk Penyintas Banjir Aceh Tamiang

Kagama Bangun 26 Huntara untuk Penyintas Banjir Aceh Tamiang Aceh Tamiang – Pujatv.com Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) membangun 26 unit hunian sementara (huntara)...

Wamen Komdigi Nezar Patria Soroti Masih Banyak Blank Spot Internet di Aceh Tamiang

Wamen Komdigi Nezar Patria Soroti Masih Banyak Blank Spot Internet di Aceh Tamiang   Aceh Tamiang – Pujatv.com Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI, Nezar...

BDI PT Perta Arun Gas Lhokseumawe Gelar Khitanan Massal Premium Quality Ceria

BDI PT Perta Arun Gas Lhokseumawe Gelar Khitanan Massal Premium Quality Ceria Lhokseumawe – Pujatv.com Badan Dakwah Islam (BDI) PT Perta Arun Gas (PAG) bekerja...

Sumur Minyak Ilegal di Aceh Timur Terbakar, Satu Truk Hangus

Sumur Minyak Ilegal di Aceh Timur Terbakar, Satu Truk Hangus Aceh Timur – Pujatv.com Sebuah sumur minyak ilegal atau penambangan minyak tradisional yang diduga milik...

POPULERnew
Berita terpopuler