ACEH BARAT – PUJATVACEH.COM – Pemerintah pusat melalui surat keputusan bersama atau SKB Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan,Menteri agama, Menteri kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri tentang panduan pembelajaran tatap muka dimasa pandemi covid-19.

Setiap perguruan tinggi akan diizinkan untuk melaksanakan proses belajar secara langsung, apabila telah memenuhi beberapa syarat. Diantaranya, kampus harus mendapatkan rekomendasi dari pemerintah daerah atau kota setempat melalui satgas penangan covid-19.

Kampus diperbolehkan menyelenggarakan kegiatan kurikuler melalui pembelajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat. Kampus juga harus menyediakan sarana prasarana proses belajar mengajar campuran secara tatap muka.

Selanjutnya, kampus harus siap menerapkan protokol kesehatan untuk pencegahan dan pengendalian covid-19.

Merespon kebijakan yang dikeluarkan oleh kementerian tersebut, kampus UTU mulai menyiapkan berbagai kebutuhan pendukung untuk menjalankan proses belajar secara langsung, dengan menerapkan prokes sesuai pedoman peraturan kementerian kesehatan.

Saat ini, seluruh fasilitas sarana dan prasaran perkuliahan telah disemprot cairan disinfektan, pemeriksaan suhu tubuh, kemudian menyediakan alat cuci tangan dan hand sanitizer, serta mewajibkan setiap mahasiswa, dosen dan civitas akademika menggunakan masker.

Rektor Universitas Teuku Umar Profesor Jasman J. Ma’ruf mengatakan, pihaknya sedang mempersiapkan semua keperluan dan mekanisme yang akan dilakukan dalam melaksanakan perkuliahan tatap muka.

“Kita sedang siapkan mekanisme dan keperluan untuk belajar tatap muka ditengah pandemi,” kata Prof. Jasman J. Ma’ruf, SE,M.B.A, Rektor Universitas Teuku Umar.

Meskipun demikian, pihak UTU akan terus memantau perkembangan di kampus, apabila nantinya ada kasus positif covid-19, maka sistem perkuliahan akan diubah menjadi pershift atau secara bergantian.

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments