Bireuen – Pujatvaceh.com – Tujuh kepala desa dalam Kemukiman Blang Birah Kecamatan Peudada menghentikan damtruk pengangkut batu gajah yang melintasi jalan desa mereka, hal ini dilakukan sejumlah kepala desa tersebut untuk mengatisipasi kerusakan jalan akibat di lintasi damtruk yang melebihi kapasitas kekuatan daya tahan jalan di desa mereka.
Penghentian itu dilakukan kepala desa setelah mendapatkan keluhan dari masyarakat dari tujuh desa yang mengeluhkan akan terjadi kerusakan disebabkan pengangkutan batu gajah tersebut di antaranya Desa Ikuel Alue, Desa Meunasah Bungo, Desa Blang Rangkuluh, Desa Tanjong Seulamat, Desa Jaba, Desa Alue Keutapang dan Desa Pinto Rimba.
Pihak TNI dan Polri yang mengetahui kejadian penghadangan itu langsung turun ke lokasi untuk mengamankan agar tidak terjadinya kerusuhan di lokasi tersebut.
Huriman, kepala desa setempat mengatakan, penghentian damtruk pengangkut batu gajah itu demi untuk menjaga agar tidak terjadi kerusakan jalan yang di lintasi truk tersebut, setelah pihak rekanan yang bertanggung jawab menjumpai sejumlah kepala desa itu, damtruk pengangkut batu gajah diperbolehkan pulang.
“Terdapat keluhan warga lintas hutan batu gajah, untuk mencegah terjadinya kerusakan jalan. Agar tidak terjadi kerusakan yang lebih parah, kami menghentikan kegiatan pengangkutan batu gajah, Dikarenakan volume yang diangkut melebihi kapasitas dan kami anggap tidak layak untuk melintas. Respon dari rekanan hasil musyawarah bersama dan mengambil sikap dengan baik sehingga pihak rekanan tidak lagi mengambil material tersebut” ujar Huriman, Kepala Desa Iku Alue
Setelah musyawarah selesai, pihak rekanan dengan sejumlah kepala desa itu, mengatakan pekerjaan pengangkutan material yang di ambil di desa jaba sepakat dihentikan untuk sementara waktu, dan alat berat yang digunakan untuk mengambil batu gajah di pindahkan dari lokasi.






