Ketika jalan putus, negara belum hadir, santri dayah terobos jalur ekstrem

Aceh Utara – Pujatv.com : Ketika negara belum sepenuhnya hadir, kemanusiaan justru berjalan tertatih dari pelosok desa. Di pedalaman Aceh Utara, para guru dan santri Dayah Darul Fata Al-Hanafiah mempertaruhkan tenaga dan keselamatan demi menembus isolasi pengungsian banjir. Jalan rusak, lumpur, dan tanjakan ekstrem tak menyurutkan langkah mereka.
Lumpur menelan roda, tanjakan curam menghadang, dan jalan yang seharusnya menjadi penghubung berubah menjadi penghalang kehidupan. Perjuangan para guru dan santri Dayah Darul Fata pada Senin, 22 Desember 2025.

Dengan tujuan kemanusiaan, mereka memaksa diri menembus jalur ekstrem menuju Dusun Kareung, Desa Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, wilayah pengungsian yang terisolir dan nyaris terlupakan.
Di jalur ini, kendaraan tak lagi berkuasa. Truk pengangkut bantuan berhenti, terjebak lumpur, tak sanggup melawan kondisi jalan yang rusak parah. Dengan tangan kosong, mereka menarik truk yang sarat beban, karena di ujung jalan ini, ratusan nyawa sedang menunggu.

Dusun Kareung bukan hanya terisolir oleh medan, tapi juga oleh lambannya penanganan. Para relawan berharap pemerintah daerah segera turun tangan, membuka akses jalan, sebelum keterisolasian ini berubah menjadi tragedi yang lebih besar.
Ketika akses sulit dilalui, itu merupakan alarm keras tentang jeritan warga yang terputus dari bantuan. Di balik lumpur dan jalan rusak, ada 478 jiwa yang menunggu kehadiran negara sebelum harapan benar-benar habis.





