Lhokseumawe – Pujatvaceh.com – Kegiatan pasar murah yang digelar di desa Banda Masen, kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, pada Jum’at kemarin, disambut antusias ratusan warga untuk membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga murah. Pasar murah yang digelar pemerintah Kota Lhokseumawe bersama bank indonesia ini sebagai upaya menekan laju inflasi di daerah tersebut.

Dalam pasar murah itu, pemerintah menyediakan 20 ton beras, 12 ton gula pasir, 8 ton minyak goreng, 48 ribu butir telur ayam, serta 1,2 ton tepung terigu. Selain itu, warga yang membeli kebutuhan pokok juga diberikan bibit cabai dari Bank Indonesia untuk ditanam di rumah.

Penjabat Wali Kota Lhokseumawe, Imran mengatakan, pasar murah ini digelar di delapan titik atau dua titik di setiap kecamatan yang ada daerah tersebut, sebagai upaya pemerintah dalam mengintervensi pasar guna mencegah terjadinya kenaikan harga kebutuhan pokok.

“Salah satu upaya yang kita lakukan adalah bagaimana menormalisasi harga pasar, menormalisasi harga pasar itu salah satu upaya yang kita tempuh adalah dengan intervensi ke pasar-pasar. Salah satunya adalah dengan melaksanakan pasar murah ini. Kita berharap dengan adanya intervensi ini yang kemarin harganya itu di pasar ada yang iseng untuk menaikkan harga, dengan kita melakukan intervensi pasar murah ini kita harap itu kalau secara rutin kita lakukan seperti Minggu lalu ada di Muara Dua, ada di Muara Satu saya yakin stok ini kalau masyarakat kita lihat mereka membeli barang seminggu sekali, kalau seminggu sekali itu harganya tetap normal saya pikir harga pasar akan mengikuti harga pasar murah yang ada di sini“ kata Imran, Pj Wali Kota Lhokseumawe.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe, Gunawan mengatakan, pasar murah dan pembagian bibit cabai tersebut merupakan tindak lanjut dari program gerakan nasional pengendalian inflasi pangan (GNPIP) yang dicanangkan Presiden Joko Widodo.

Menurutnya, pembagian bibit cabai merah itu sebagai inisiatif untuk mendorong gerakan urban farming, sehingga diharapkan ke depan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan komoditas pangannya secara mandiri.

“Catatan kemarin memang sebelumnya kita deflasi sekarang kita naik menjadi inflasi tapi nampaknya memang dengan adanya pemberitaan atau kenaikan BBM 3 September yang lalu ada kemungkinan nanti inflasi akan jadi lagi. Ada upaya-upaya seperti operasi pasar kemudian kerjasama antar daerah kemudian gerakan tanam cabai yang melibatkan seluruh stakeholder terkait, jadi istilahnya tidak tunggal menjadi tugas pemerintah tetapi semua pihak termasuk juga siapa pemain siapa pemasok, distributor dan sebagainya itu di awasi oleh satgas pangan“ ujar Gunawan, Kepala KPW Bank Indonesia Lhokseumawe.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments