BANDA ACEH – PUJATVACEH.COM – Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) memberikan peringatan kepada Kejaksaan Negeri Kota Lhokseumawe yang menangani kasus tanggul Cunda-Meraksa di kota setempat. Pembangunan tanggul yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus (Otsus) Aceh tersebut di nilai fiktif.

Meski sudah ada pengembalian dana dari pihak rekanan kepada Kas Negara pasca proyek pembangunan tanggul tersebut di sorot oleh media berdasarkan informasi dari masyarakat. Namun proses hukum untuk kasus tersebut harus tetap berlanjut.

Koordinator MaTA Alfian mengatakan, kasus Cunda-Meraksa ini harus ditangani secara serius. Menurut MaTA kasus ini merupakan kejahatan luar biasa atau extra ordinary crime.

“Kejari Lhokseumawe harus tangani kasus ini secara serius, kasus ini kejahatan luar biasa,” Kata Alfian, Koordinator MaTA.

MaTA sudah memberikan warning pada kejaksaan agar penanganan kasus ini tidak hanya terfokus pada penyelamatan uang negara. Pengembalian uang negara hanya bersifat meringankan, akan tetapi hal itu tidak menghapus tindak pidana korupsi

“Kita sudah melakukan warning kepada kejaksaan supaya tidak fokus hanya soal penyelamatan keuangan negara saja, bahwa pengembalian keuangan negara ini hanya meringankan, tapi tidak menghapus tindak pidana korupsi” tuturnya seraya menegaskan akan terus memantau perkembangan proses hukum terkait kasus extra ordinary crime ini.

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments