BANDA ACEH-PUJATVACEH.COM  Akhir-akhir ini publik Aceh di dikejutkan dengan pencopotan terhadap beberapa Kepala Dinas (Kadis), pada ruang lingkup satuan kerja perangkat aceh (SKPA).

Rangkap jabatan pada 11 posisi strategis SKPA di nilai berpotensi timbul masalah pada produktivitas kinerja, dan tentunya tidak akan efektif.

Saat ini tercatat sudah ada 11 kadis yang di copot oleh gubernur Aceh, yakni Kadis Pendidikan, Kadis Koperasi dan UKM, Kepala Arpus, Direktur Rumah Sakit Umum Zainal Abidin, Wadir umum RSUZA, wadir penunjang RSUZA, Direktur Rumah Sakit Ibu Dan Anak, Kadis kehutanan dan Lingkungan hidup.

Kepala Biro Pembangunan Dan Biro Pengadaan Barang Dan Jasa, dan juga Kepala ULP, Kini posisi-posisi yang lowong dan kosong tersebut di isi oleh pejabat pelaksana tugas (PLT).

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Masyarakat Transparansi Aceh (Mata) , menyoroti tindakan pencopotan beberapa kadis tersebut.

Alfian, Koordinator Mata mempertanyakan langkah Gubernur Aceh Nova Iriansyah, menurut Alfian, bagaimana nantinya kinerja orang-orang yang rangkap jabatan tersebut, karena penugasan pejabat yang ditunjuk pada bidang kinerja baru,  jika tidak sesuai dengan kemampuan menguasai isu dan kebijakan.

“Bahwa kondisi rangkap jabatan itu, akan berdampak buruk, yang pertama efektifitas, dugaan dugaan kita bahwa pencopotan ada motif pengelolaan anggaran”, ujarnya.

 

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments