MyFundAction kirim bantuan lanjutan untuk warga terdampak bencana di Aceh

Banda Aceh – Pujatv.com : MyFundAction, sebuah NGO internasional asal Malaysia, menyalurkan bantuan kemanusiaan hingga 20 ton bagi korban banjir dan longsor di Aceh. Bantuan ini merupakan bantuan lanjutan dari rangkaian penanganan bencana yang telah dilakukan sejak awal musibah melanda sejumlah wilayah di Aceh.
Bantuan tersebut akan disalurkan ke sejumlah wilayah terdampak, dimulai dari Pidie Jaya, kemudian dilanjutkan ke Bireuen, Bener Meriah, Aceh Utara, Aceh Timur, hingga Aceh Tamiang.
Bantuan tersebut dihimpun melalui kolaborasi dengan berbagai mitra, termasuk pihak korporasi dan para kolaborator. Selain itu, sebagian bantuan juga berasal dari hasil usaha anak-anak muda di bawah naungan MyFundAction, yang keuntungannya dialokasikan untuk mendukung program-program kemanusiaan.

Global CEO MyFundAction, Ghafur Rahim, mengatakan penyaluran kali ini merupakan bantuan tahap ketiga yang difokuskan pada sektor pendidikan, kesehatan, dan pangan guna membantu masyarakat terdampak kembali bangkit pascabencana.
Pada sektor pendidikan, bantuan disalurkan berupa perlengkapan sekolah seperti tas, alat tulis, buku, Al-Qur’an, dan bahan bacaan lainnya.
Di sektor kesehatan, MyFundAction menyalurkan bantuan berupa obat-obatan, dukungan tenaga medis, serta perlengkapan kebutuhan bayi seperti susu dan popok. Sementara di sektor pangan, bantuan diberikan dalam bentuk bahan kebutuhan pokok, pembukaan dapur umum, serta penyediaan sembako bagi para korban bencana.
Untuk jumlah bantuan yang disalurkan, kurang lebih terdapat empat truk dengan kapasitas sekitar lima ton per truk. Artinya, sekitar 16 hingga 20 ton barang kebutuhan disalurkan untuk para korban banjir dan longsor di Aceh.
Sementara itu, Staf Ahli Gubernur Aceh, Almuniza Kamal, menyampaikan bahwa Pemerintah Aceh membuka ruang seluas-luasnya bagi siapa pun yang ingin membantu korban bencana, termasuk bantuan dari luar negeri.

Ia juga mengapresiasi kolaborasi antara NGO internasional dengan NGO dan lembaga lokal di Aceh, termasuk Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI), yang turut berperan dalam mendukung kelancaran penyaluran bantuan.
Menurut Almuniza, skema kerja sama tersebut mencerminkan solidaritas dan kepedulian lintas negara yang sejalan dengan kebijakan dan semangat kemanusiaan Pemerintah Aceh.
Sebelumnya, MyFundAction juga telah mengoperasikan dapur umum selama kurang lebih 30 hari sejak awal bencana terjadi. Saat ini, penyaluran bantuan di Aceh telah memasuki fase pembangunan, setelah sebelumnya dilakukan penanganan pada masa awal bencana dan pascabencana.
Ke depan, MyFundAction merencanakan program bantuan berkelanjutan dengan fokus pada sektor pendidikan melalui pembangunan madrasah, masjid, dan fasilitas sejenis, serta pengembangan ekonomi dengan mendukung pelaku usaha kecil, khususnya menjelang bulan Ramadan.





