Langsa – Pujatvaceh.com – Para nelayan di Kota Langsa keluhkan harga kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Pasalnya, kenaikan harga BBM membuat biaya operasional nelayan meningkat, namun sementara belakangan ini hasil tangkapan ikan mereka sedang menurun.

Salah seorang nelayan, ponidi mengaku, kenaikan harga BBM berdampak pada penghasilannya yang pas – pasan, sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan keluarga. Ditambah, sebagian besar nelayan di PT. Kuala Langsa tidak mendapatkan bantuan subsidi BBM, dan mereka juga berharap agar nelayan bisa mendapatkan BLT Subsidi BBM.

“Karena dapat ikan sedikit, tapi harga minyak naik jadi tidak sesuai dengan penghasilan kami. Bantuan tidak ada, minyak naik yang paling perlu itu kami orang laut perlu bantuan untuk makan” Ujar Ponidi, Nelayan.

 Sementara itu, Fuadil Fakhri, pengelola SPBU nelayan pt. Lampoh Weng Jaya PPI Kuala Langsa mengatakan, pasca kenaikan BBM bersubsidi, pihaknya tidak merasa ada kendala. Namun hanya saja, pengiriman BBM yang tidak tepat waktu membuat pasokan BBM kepada nelayan sedikit terkendala. Sehingga, saat nelayan membutuhkan minyak, justru tidak ada pasokan karena pengiriman tidak sesuai jadwal.

“Selama ini tidak ada hambatan, cuman seringkali ada kendala dalam pengirimannya. Dan juga kemarin dengan perubahan harga. Satu hal kami sedikit kewalahan di pengiriman di transportasi, sehingga pasokan tidak sesuai jadwal” Kata Fuadil Fakhri, Pengelola SPBU Nelayan PT. Lampoh Weng Jaya PPI Kuala Langsa

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments