Panen perdana padi minapadi Yayasan Halimon Al-Asyi capai 8,9 ton per hektar

Aceh Jaya – Pujatv.com : Yayasan Halimon Al-Asyi melaksanakan panen perdana padi dalam program diseminasi teknologi minapadi di teaching farm Yayasan Halimon Al-Asyi pada 24 Januari 2026.
Panen di atas lahan seluas 7.000 meter persegi tersebut, jika dikonversikan, mampu menghasilkan padi sekitar 8,9 ton per hektar.
Keberhasilan panen ini tidak lepas dari penerapan teknologi minapadi secara terpadu dan ramah lingkungan, serta tetap menjaga keseimbangan ekosistem sehingga mampu meningkatkan produktivitas.
Ketua Yayasan Halimon Al-Asyi, Anjar Aulia, menyampaikan bahwa program minapadi di teaching farm ini diharapkan dapat menjadi model percontohan bagi daerah lain. Ia juga berharap para petani terus diberikan pendampingan agar mampu meningkatkan produktivitas.

Anjar Aulia berharap program minapadi ini tidak hanya dikembangkan di Aceh Jaya saja, tetapi juga dapat diterapkan di kabupaten lainnya.
Sementara itu, Teuku Ridwan selaku tenaga ahli program minapadi Yayasan Halimon Al-Asyi menjelaskan bahwa keberhasilan panen ini tidak terlepas dari penerapan teknologi budidaya yang tepat serta pengelolaan lahan yang terintegrasi dengan menggunakan bibit unggul endemik daerah. Dengan demikian, lokasi seluas 32 hektar yang akan menjadi pusat pelatihan dan pembibitan di Aceh Jaya dapat melatih petani di Aceh untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan perikanan.
Kepala Dinas Pangan Aceh, Surya Rayendra, yang turut melaksanakan panen di lokasi, mengatakan bahwa apa yang telah dilakukan oleh Yayasan Halimon Al-Asyi berdampak langsung terhadap ketahanan pangan dan juga mampu meningkatkan perekonomian warga.

Kegiatan ini menjadi pilot project yang patut diapresiasi dan ke depannya akan terus dikembangkan, sehingga produktivitas serta keberlanjutan program ketahanan pangan ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain. Dalam satu siklus tanam, program ini mampu menghasilkan keuntungan lebih dari 79 juta rupiah bagi para petani.
Selain minapadi, di lokasi teaching farm Yayasan Halimon Al-Asyi juga tersedia pembibitan dan produksi ikan dengan sistem bioflok. Hal ini semakin mendukung program pemerintah, mengingat Aceh pascabencana masih memiliki banyak sawah dan tambak warga yang tertimbun lumpur, sehingga bioflok menjadi salah satu alternatif agar warga tetap produktif dan menghasilkan meskipun tinggal di hunian sementara.
Turut hadir dalam kegiatan panen perdana tersebut perwakilan Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Badan Riset dan Inovasi Nasional, perwakilan Bank Aceh Syariah Pusat, Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Jaya, BPBAP Ujung Batee Banda Aceh, serta pihak terkait lainnya.





