Pemkab Bener Meriah distribusikan ribuan tabung gas pascabencana

Bener Meriah – Pujatv.com : Pemerintah Kabupaten Bener Meriah melalui Dinas Perdagangan hari ini menggelar operasi pasar atau pendistribusian massal gas LPG 3 kilogram di beberapa titik lokasi, salah satunya di kawasan Kecamatan Timang Gajah. Ribuan tabung gas didatangkan langsung dari agen resmi untuk memastikan ketersediaan pasokan bagi warga yang membutuhkan.
Langkah ini diambil menyusul adanya laporan kelangkaan dan disparitas harga yang signifikan di tingkat pengecer. Pantauan jurnalis PUJATV di lapangan, warga terlihat antusias mengantre untuk mendapatkan gas melon dengan harga eceran tertinggi atau HET yang telah ditetapkan. Harga ini jauh lebih murah dibandingkan dengan harga di tingkat pengecer.

Bupati Bener Meriah sebelumnya juga telah mengeluarkan surat edaran yang melarang penjualan gas bersubsidi ini kepada pengecer, untuk memastikan distribusi tepat sasaran hanya melalui pangkalan resmi.
Ulfa, salah seorang warga, mengatakan dirinya mengantre gas elpiji 3 kilogram sejak pukul 6.00 pagi. Ia menyampaikan apabila ada informasi pendistribusian gas untuk segera disampaikan ke masyarakat.
Ia berharap kepada pemerintah, khususnya Presiden, dalam proses penyaluran bantuan pascabencana di Kabupaten Bener Meriah lebih produktif dan penyaluran bantuan dapat dipercepat agar masyarakat lainnya tidak kesulitan soal kebutuhan pokok dan dapat beraktivitas seperti sedia kala.
Pelaksana tugas Camat Timang Gajah, Andi Syahputra, menyampaikan dalam proses pendistribusian gas elpiji subsidi di wilayah Kecamatan Timang Gajah berjalan aman dan tertib.

Ia menyebutkan pemerintah kabupaten menyalurkan gas LPG ke masyarakat sebanyak 1.000 tabung. Saat masyarakat membeli gas, dianjurkan menggunakan Kartu Keluarga (KK) untuk memastikan pemerataannya.
Ia mengatakan per tabungnya dibanderol seharga Rp24.000. Hal ini sesuai dengan harga eceran tertinggi sesuai aturan yang berlaku.
Pihak Dinas Perdagangan terus menghimbau masyarakat untuk membeli gas LPG di pangkalan resmi guna mendapatkan harga yang lebih rendah dan tepat sasaran. Pengawasan ketat juga akan terus dilakukan guna mencegah penyelewengan distribusi gas bersubsidi ini di lapangan.





