LHOKSEUMAWE – PUJATVACEH.COM – Berawal dari kecintaannya terhadap alat musik gitar, Adnan warga Desa Meunasah Masjid, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Kini mampu menghasilkan alat musik gitar akustik dengan kualitas yang tak kalah dengan gitar produksi pabrikan.

Adnan mulai menggeluti profesi sebagai pengrajin gitar akustik ini sejak satu tahun terakhir. Sebelumnya Adnan hanya menerima jasa reparasi gitar dari orang-orang terdekat sambil bekerja di salah satu perusahaan swasta.

Namun berkat kegigihannya mempelajari teknik pembuatan gitar selama beberapa tahun, dirinya berhasil membuat gitar akustik olahannya sendiri dirumah. Dan hasilnya tak disangka-sangka, alat musik gitar akustik buatannya  tersebut banyak diminati oleh kaula muda baik di provinsi aceh maupun luar daerah.

Gitar  akustik buatan tangan yang diproduksinya ini dinamakan “Andrea” nama tersebut diambil dari gabungan nama kedua buah hatinya Andre Dan Dea.

Tidak ada bengkel khusus, gitar akustik  andrea ini diproduksi didepan kios yang menjadi  tempat usaha sampingan miliknya, dengan modal peralatan tradisional yang serba terbatas.Meski demikian, produk gitar akustik andrea yang dihasilkan memiliki suara merdu dengan tampilan yang elegan/ tak kalah dengan gitar buatan mesin.

Karena keterbatasan modal peralatan itulah adnan hanya mampu menghasilkan tiga gitar dalam satu bulan.biasanya gitar akustik yang di produksinya ini dipesan oleh konsumen dari Banda Aceh,Medan,Solo, hingga bandung. dengan harga jual yang bervariasimulai dari tiga juta rupiahtergantung dari bahan baku yang mempengaruhi kualitas gitar.

“Pemesan gitar ini berasal dari Banda Aceh, Medan, Solo dan Bandung, Harganya bervariasi,”Ungkap Adnan, Pengrajin gitar.

Meskipun mampu menghasilkan gitar akustik yang memiliki kualitas tinggi,  namun UMKM produktif rumahan milik Adnan ini tidak mendapatkan angin segar dari pemerintah setempat.

Sejauh ini, adnan belum menerima bantuan apapun yang digelontarkan pemerintah untuk UMKM miliknya tersebut. Apalagi ditengah kesulitan ekonomi akibat dampak pandemi covid-19 saat ini yang membuat permintaan gitar akustik produksinya lesu.

Dirinya berharap adanya dukungan dari pemerintah agar dapat mengembangkan UMKM miliknya ini. Sehingga mampu memperkenalkan produk hasil tangan putra daerahserta dapat membuka peluang kerja bagi para pemuda kreatif yang memiliki bakat di bidang musik.

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments