Foto : Warga diungsikan ke Kantor Camat Banda Alam, Aceh Timur akibat dugaan bocornya pipa gas milik perusahaan minyak dan gas PT. Medco E&P Malaka.

ACEH TIMUR – PUJA TV ACEH – Kembali bocornya pipa gas yang diduga milik perusahaan minyak dan gas (migas) PT. Medco E&P Malaka membuat ratusan warga panik dan terpaksa diungsikan ke Kantor Camat Banda Alam, Aceh Timur pada Senin malam (28/6).

Tidak hanya itu, sejumlah warga harus dilarikan ke Rumah Sakit Zubir Mahmud, Aceh Timur akibat mengalami mual, muntah, serta kejang kejang. Menurut keterangan salah satu warga setempat, menceritakan bahwa awalnya bau gas tersebut seperti gorengan gosong hingga mengakibatkan sesak nafas.

“Bau busuk tercium oleh kami dari magrib, kami datang kesini namun pakaian tidak sempat diambil, makan pun belum. Saat ini, kami perlu tikar, pempers dan selimut,” ungkap Aisyah, warga

Saat ini Medco E&P Malaka bersama aparat terkait sedang berkoordinasi untuk mencari sumber bau yang di keluhkan oleh warga. Perusahan juga telah melakukan pengukuran kadar gas di pemukiman warga dan dilokasi sumur pada Minggu malam.

Berdasarkan hasil pengukuran, tidak ditemukan adanya gas yang menyebabkan timbulnya bau. Perusahaan juga tidak sedang melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan bau namun perusahan akan terus memonitor aktifitas operasi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh, Ilyas mengatakan bahwa sampai saat ini belum berani memberikan tanggapan resmi, selain itu mereka masih melakukan koordinasi.

“Kami masih memantau kondisi, terkait masyarakat bisa pulang atau tidak, ada tim lain yang mengurus, jadi saya belum berani mengeluarkan pernyataan, nanti ada juru bicara yang akan menjelaskannya,” kata Ilyas.

Sementara itu, Arif rinaldi selaku VP Relations & Security PT Medco E&P Malaka mengatakan sedang mencari sumber bau yang menyebabkan warga terpaksa diungsikan hingga dilarikan ke rumah sakit. Berdasarkan pantauan tim liputan Puja TV Aceh, hingga saat ini warga Panton Rayeuk T masih bertahan di tenda pengungsian.

“Berdasarkan monitoring pekerja perusahaan di lokasi, hingga minggu (27/6) malam tidak ditemukan adanya bau gas. Perusahaan juga tidak sedang melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan bau, namun kami tetap memonitor aktivitas operasi sekaligus berkoordinasi dengan BPMA dan aparat terkait,” kata Arif.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini