Banda Aceh – Pujatvaceh.com Sebanyak 2.000 kantong darah dari hasil donor masyarakat Aceh mengalir ke PMI Tangerang, Banten, hal ini terungkap setelah beberapa orang pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banda Aceh yang terletak di kawasan Lampineung melakukan sidak di PMI tersebut pada Maret lalu.

Temuan dari hasil sidak tersebut, diketahui sudah ada beberapa kali bukti klaim pengiriman darah dari PMI Banda Aceh menuju PMI Tangerang terhitung sejak Januari hingga April 2022.

Padahal PMI Banda Aceh tidak ada ikatan kerjasama atau sejenisnya dengan PMI Tangerang, dari temuan itu juga didapatkan biaya pergantian pengolahan darah. Sesuai peraturan Permenkes Nomor 91 tahun 2015 terkait biaya pengganti pengolahan darah di seluruh Indonesia ditetapkan sebesar 360 ribu rupiah, namun darah yang dikirim ke Tangerang dikenakan biaya sebesar 300 ribu rupiah per kantong.

Sekretaris PMI Banda Aceh, Syukran saat menggelar konfrensi pers pada Rabu (11/5) mengungkapkan, pada periode Januari hingga April 2022 ini sudah ada 2000an kantong darah dari Aceh yang dikirim ke Tangerang dan lebih parahnya Syukran beserta beberapa pengurus PMI Banda Aceh tidak pernah diajak komunikasi dalam hal pengambilan keputusan maupun pengiriman darah ke luar Aceh.

“Setelah dilakukan sidak kita juga terkejut karena kita nggak pernah dilibatkan atau diajak berdiskusi maupun pengambilan keputusan pengiriman darah. Ada sekitar 2 ribuan kantong darah yang sudah dikirim ke sana dari bulan Januari 2022 ke PMI Kabupaten Tangerang, dan ini adalah oknum,” ungkap Syukran.

Sementara itu, Ketua Bidang Pelayanan Kesehatan Sosial dan Unit Donor Darah (UDD) PMI Banda Aceh, Dokter Natalina juga mengatakan, selama ini banyak pesan masuk terkait permintaan darah dari masyarakat dan hal ini sangat disayangkan mengingat beberapa waktu lalu Pemerintah Aceh terus melakukan aksi donor darah bagi para ASN di setiap dinas.

Meski diperbolehkan melakukan pengiriman darah ke luar Aceh, namun harus terlebih dahulu dipastikan stok kebutuhan darah di Aceh harus mencukupi dan harus dilakukan sesuai prosedur.

Dokter Natalina juga mengatakan, dari tahun 2018 kebutuhan darah bagi penyitas Thalasemia yang melakukan tranfusi darah di Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin ada sebanyak 750 orang dan per orang membutuhkan minimal 2 kantong darah untuk 1 kali tranfusi.

“Kalau dibilang mencukupi seharusnya tidak ada pesan berantai yang dikirimkan terkait kebutuhan darah dan dari kebutuhan anak-anak yang mengidap Thalasemia yang datang seharusnya langsung dapat darah, namun sekarang harus menunggu beberapa waktu demikian juga pasien kanker yang membutuhkan trombosit itu juga harus menunggu,” kata dr. Natalina.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments