Satu Data Aceh Jadi Fondasi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi

Banda Aceh – Pujatv.com Pemerintah Aceh bersama Deputi Pembangunan Manusia, Masyarakat, dan Kebudayaan (PMKK) Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas menegaskan pentingnya optimalisasi pemanfaatan data dalam mempercepat pemulihan layanan dasar pascabencana. Penegasan tersebut disampaikan dalam media briefing yang membahas penguatan konsolidasi dan integrasi data sebagai fondasi rehabilitasi dan rekonstruksi di Aceh.
Memasuki tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, penanganan pascabencana di Aceh kini berfokus pada pemulihan layanan kesehatan, pendidikan, perlindungan sosial, serta penguatan mata pencaharian masyarakat terdampak. Pada fase ini, ketersediaan data yang valid, mutakhir, dan terverifikasi dinilai krusial agar setiap intervensi pemerintah tepat sasaran.
Pemerintah menekankan pentingnya keselarasan data pusat dan daerah untuk memastikan proses perencanaan dan penganggaran berjalan efektif serta menghindari tumpang tindih program.
Pemadanan data dilakukan antara pusat dan daerah, termasuk pemanfaatan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), data sektoral perangkat daerah, serta data spasial kebencanaan. Seluruh data tersebut melalui proses verifikasi dan validasi berjenjang sebelum ditetapkan dan disebarluaskan melalui Portal Satu Data Aceh sebagai referensi resmi dalam perencanaan, penganggaran, dan penetapan sasaran program.

Pendekatan berbasis analisis ini memungkinkan pengelompokan wilayah terdampak berdasarkan tingkat risiko dan karakteristik sosial ekonomi. Pada sektor ekonomi produktif, misalnya, analisis estimasi pekerja pertanian terdampak dan kerusakan lahan menjadi dasar penentuan bentuk dukungan, mulai dari bantuan sosial, rehabilitasi lahan, hingga penguatan ketahanan pangan lokal.
Sementara itu, Kepala UPTD Statistik Aceh, Sayed Azhari, mengatakan bahwa dalam implementasi Satu Data Indonesia, data yang diperoleh dari Badan Penanggulangan Bencana Aceh terlebih dahulu diverifikasi sebelum disebarluaskan guna menjamin keakuratan informasi.
Untuk meningkatkan akurasi data, pemerintah juga mendapat dukungan dari Program SKALA (Sinergi dan Kolaborasi untuk Akselerasi Layanan Dasar) yang memperkuat ekosistem data daerah. Tim Leader Program SKALA menyampaikan bahwa penguatan penyediaan dan pemanfaatan data menjadi kunci pemulihan yang lebih tangguh.

Program SKALA memfasilitasi analisis sosial ekonomi pra dan pascabencana, penyusunan dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P), penguatan pemanfaatan aplikasi SEPAKAT, serta pendampingan pemadanan data lintas sektor.
Melalui kolaborasi antara Pemerintah Aceh, Bappenas, dan mitra pembangunan, optimalisasi Satu Data Aceh diharapkan mampu mempercepat pemulihan layanan dasar, mengurangi kerentanan masyarakat terdampak, serta memperkuat ketangguhan daerah dalam menghadapi risiko bencana di masa mendatang.





